Diorama.id – Proyek Square Enix yang paling dinanti sekaligus penuh misteri, Dragon Quest XII, akhirnya mendapatkan pembaruan signifikan setelah lima tahun lamanya tanpa kabar.
Game yang awalnya diumumkan dengan subjudul The Flames of Fate ini, menjadi sorotan karena pengumumannya yang minim detail. Square Enix hanya memberikan gambaran umum mengenai tema yang lebih gelap dan dewasa, tanpa merinci lebih jauh mengenai progres pengembangannya.
Bahkan, sang kreator legendaris, Yuji Horii, sempat memberikan konfirmasi bahwa pengembangan berjalan lancar, namun ia tidak dapat memberikan informasi baru apa pun kepada publik.
Kini, terungkap bahwa di balik layar, proyek ambisius ini memang menghadapi tantangan yang cukup besar. Square Enix secara resmi mengumumkan kelanjutan pengembangan Dragon Quest XII, yang ternyata melibatkan perubahan besar.
Pergantian Judul Menjadi Simbol Awal Baru
Dalam pengumuman terbarunya, Square Enix menyatakan dengan berat hati bahwa mereka memutuskan untuk melakukan reboot pada proyek Dragon Quest XII The Flames of Fate. Perubahan ini tidak hanya bersifat internal, tetapi juga terlihat dari penggantian judul resminya menjadi Dragon Quest XII Beyond Dreams.
Pergantian judul ini bukan sekadar formalitas. Hal tersebut juga diiringi dengan peluncuran logo baru yang segar, serta penayangan teaser gameplay perdana. Momen ini menjadi penantian panjang bagi para penggemar yang akhirnya dapat melihat sedikit gambaran mengenai arah visual dan nuansa dari game yang akan datang.
Meskipun durasinya sangat singkat, teaser tersebut berhasil menampilkan protagonis baru dengan sorot mata yang sendu. Nuansa dunia yang dihadirkan terasa lebih misterius dan kelam, berbeda dari estetika Dragon Quest pada umumnya.
Baca juga: Harga Steam Deck OLED Naik: Valve Ungkap Penyebab Komponen Mahal
Beberapa cuplikan gameplay juga menampilkan adegan yang lebih sinematik dan atmosferik. Meskipun demikian, jelas terlihat bahwa game ini masih berada pada tahap pengembangan awal, dan masih banyak yang perlu disempurnakan.
Yuji Horii, kreator seri ini, mengungkapkan bahwa proses produksi saat ini berjalan dengan lancar. Namun, berdasarkan visual yang diperlihatkan, Dragon Quest XII Beyond Dreams diprediksi masih membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum akhirnya siap diluncurkan.
Melihat skala ambisi setiap seri Dragon Quest, para pengamat memperkirakan game ini baru akan tersedia di pasaran dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan. Hal ini juga menjadi penjelasan logis mengapa Dragon Quest XII terasa “menghilang” begitu lama sejak pertama kali diumumkan.
Keputusan untuk melakukan restart proyek seperti ini memang dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, banyak penggemar justru melihatnya sebagai pertanda positif. Mereka berharap perubahan ini akan menghasilkan kualitas game yang lebih baik.
Di sisi lain, tidak sedikit pula penggemar yang mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap tampilan visual protagonis yang dinilai terlalu generik dan kurang orisinal.
Perdebatan mengenai arah baru Dragon Quest XII Beyond Dreams pun semakin hangat di kalangan komunitas. Pertanyaan besar kini mengemuka: apakah keputusan reboot ini adalah langkah yang tepat untuk menyempurnakan visi sang kreator, atau justru menjadi tanda awal dari sebuah proyek yang berisiko?
Bagaimana pandangan Anda mengenai keputusan reboot ini? Apakah Anda termasuk penggemar yang optimis dengan perubahan ini, atau justru kecewa dengan desain protagonis yang dianggap kurang mencerminkan identitas Dragon Quest yang ikonik?

Leave a Reply