Home » Telekonsultasi Digital Sebagai Benteng Pertahanan Korporasi Berdasarkan Riset Halodoc

Telekonsultasi Digital Sebagai Benteng Pertahanan Korporasi Berdasarkan Riset Halodoc

Telekonsultasi Digital Sebagai Benteng Pertahanan Korporasi Berdasarkan Riset Halodoc

Indotify.com – Menghadapi lonjakan biaya medis yang terus meningkat, perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai mengalihkan perhatian pada solusi digital untuk menjaga kesehatan karyawan. Riset terbaru dari Halodoc, bertajuk Indonesia Health Insights Q2 2026, menemukan bahwa telekonsultasi digital telah menjadi garda terdepan dalam penanganan kesehatan korporat.

Riset ini mengindikasikan bahwa telekonsultasi mampu menangani sebagian besar kasus kesehatan. Hingga 95 persen penyakit kronis dan 94 persen kasus akut dapat diselesaikan secara virtual, tanpa memerlukan kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan. Ini menjadi kabar baik di tengah prediksi inflasi medis yang diperkirakan mencapai 15,1 persen pada tahun 2026, sebagaimana diungkapkan oleh lembaga konsultan Willis Towers Watson (WTW).

Kondisi ini semakin krusial mengingat mayoritas tenaga kerja Indonesia berada dalam usia produktif, yaitu sekitar 69 persen dari total populasi. Kesehatan karyawan tidak lagi dipandang sebagai sekadar tunjangan tambahan, melainkan aset strategis yang sangat memengaruhi daya saing bisnis sebuah perusahaan.

Thomas Suhardja, Chief Human Capital Halodoc, menekankan pentingnya pergeseran menuju pendekatan digital-first sebagai sebuah investasi jangka panjang. Ia berpendapat bahwa menjaga kesehatan karyawan merupakan investasi strategis yang krusial bagi keberlangsungan bisnis.

Menurut Thomas, karyawan yang harus meluangkan waktu untuk perjalanan dan mengantre di fasilitas kesehatan konvensional cenderung menunda pemeriksaan atau pengobatan. Hal ini berpotensi memperparah kondisi kesehatan mereka dan pada akhirnya meningkatkan biaya perawatan di masa mendatang.

Temuan riset Halodoc tidak hanya berfokus pada penyakit kronis. Sebanyak 94 persen kasus akut yang muncul mendadak juga berhasil ditangani melalui telekonsultasi dalam periode observasi hingga 90 hari. Thomas menjelaskan bahwa sebagian besar keluhan medis yang umum terjadi dapat diselesaikan melalui konsultasi daring.

Baca juga di sini: Lineage W SEA: Spesifikasi dan Tanggal Rilis

Dengan demikian, kunjungan fisik ke fasilitas kesehatan hanya akan diperlukan untuk kondisi-kondisi yang memang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut atau tindakan spesifik.

Dari perspektif keuangan perusahaan, integrasi layanan kesehatan digital ini menawarkan efisiensi yang signifikan. Melalui program Digital Cashless Outpatient (DCO), perusahaan berpeluang untuk menekan biaya kesehatan mereka hingga 15 persen setiap tahunnya.

Penghematan ini tentu saja sangat berarti bagi perusahaan. Angka tersebut membuka peluang untuk mengalokasikan kembali anggaran ke pos-pos strategis lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan atau mendukung inisiatif bisnis yang lebih berdampak.

Thomas menambahkan bahwa penghematan biaya kesehatan melalui solusi digital memberikan ruang bagi perusahaan untuk menginvestasikan kembali dana tersebut ke program kesejahteraan karyawan yang lebih luas atau inisiatif strategis lainnya yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Dengan demikian, telekonsultasi digital bukan hanya sekadar tren teknologi, melainkan sebuah strategi yang efektif bagi korporasi untuk menjaga kesehatan para pekerjanya, sekaligus mengendalikan pengeluaran di tengah tantangan ekonomi global.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *