Diorama.id – Two Point Museum bersiap merilis ekspansi DLC terbarunya yang bertajuk Zooseum pada tanggal 2 Desember 2025.
Ekspansi ini menjanjikan konten baru yang signifikan, membawa pemain ke dalam peran yang berbeda dari sebelumnya. Alih-alih mengelola artefak bersejarah, fokus utama kini beralih pada perawatan berbagai jenis binatang, mulai dari reptil, mamalia, kucing besar, hingga burung.
Meskipun ada perubahan tema yang drastis, esensi simulasi museum tetap terasa kental dalam Zooseum. Kami berkesempatan mencoba ekspansi ini lebih awal berkat SEGA, dan menemukan bahwa Zooseum menghadirkan peningkatan yang menarik serta perbaikan dari konten-konten sebelumnya.
Bagaimana pengalaman bermainnya? Berikut adalah ulasan lengkap Two Point Museum Zooseum.
Review Two Point Museum Zooseum – Masih Simulasi Museum, Tapi Binatang
Kamu Tetap Pengurus Museum, Meski Isinya Hewan
Dalam Zooseum, pemain akan berperan sebagai pengelola museum yang berfokus pada satwa liar. Seorang Ahli Satwa Liar (Wildlife Expert) akan mendampingi dalam pencarian binatang langka untuk dipamerkan.
Sekilas, peran ini mungkin menyerupai pengelola kebun binatang. Namun, game ini tetap menekankan aspek museum, karena semua binatang yang dikelola akan ditempatkan di dalam gedung.
Konten dalam ekspansi ini sejalan dengan gim dasar. Pemain tetap membangun museum, melakukan ekspedisi, dan berupaya memuaskan pengunjung demi meraih keuntungan.
Alih-alih hanya menambahkan item bertema, Zooseum memperkenalkan item tematik baru dan museum baru dalam mode kampanye, sebuah pembaruan yang sangat dinantikan oleh para penggemar seri ini.
Ekspansi ini memperkenalkan area baru yang dapat dijelajahi, yaitu Farflung Isles. Wilayah ini berfungsi serupa dengan area eksplorasi bertema lainnya, di mana pemain dapat menemukan binatang unik untuk dipamerkan.
Binatang-binatang unik ini bervariasi, mulai dari spesies realistis seperti ular, hingga makhluk aneh dan unik. Contohnya adalah siput dengan cangkang berbentuk rumah manusia, atau kucing besar yang merupakan perpaduan puma dan ikan.
Semua binatang dalam game ini dirancang dengan sentuhan humor melalui penampilan mereka yang unik, meskipun beberapa di antaranya memiliki bentuk yang cukup normal.
Menariknya, terdapat sebuah *easter egg* yang mungkin mengingatkan pemain pada gim simulasi dari era 90-an, yaitu binatang bernama Bullfrog.
Meskipun tidak dapat dipastikan apakah ini disengaja atau tidak, kemunculan Bullfrog terasa seperti sebuah *easter egg* yang disematkan oleh para pengembang. Ini merujuk pada proyek mereka sebelumnya, Theme Hospital, yang dikembangkan oleh Bullfrog Productions. Hal ini seolah mengingatkan bahwa gim ini dibuat oleh Mark Webley dan Gary Carr, pendiri Two Point Studios, yang sebelumnya juga berasal dari studio Bullfrog.
Zooseum beroperasi layaknya museum pada umumnya. Perubahan gameplay tidak drastis hingga menyerupai gim seperti Zoo Tycoon; ini tetaplah Two Point Museum yang dikenal pemain.
Dalam ekspansi ini, pemain akan membuat dua jenis pameran utama: Habitat, yang merupakan area dalam ruangan yang dirancang menyerupai tanah lapang untuk menampung binatang eksotis yang unik namun fiksi, dan Terrarium, sebuah wadah seperti lemari kaca yang diperuntukkan bagi binatang seperti ular atau makhluk fiksi lainnya.
Terrarium dan Habitat dapat memiliki tema tersendiri, mulai dari hutan liar yang lebat hingga lingkungan tandus, sesuai dengan kebutuhan binatang yang dipamerkan. Fitur ini sangat praktis karena mempermudah pemilihan binatang yang akan ditampilkan. Hal ini lebih membantu dibandingkan tema *sea life* yang mengharuskan pemain memperhatikan jenis ikan secara individual.
Jika pemain ingin memamerkan binatang yang hanya hidup di hutan, mereka dapat dengan mudah mengubah tema menjadi hutan lebat, bukan gurun pasir atau padang rumput. Berbeda dengan tema *sea life*, di mana semua akuarium serupa, hanya berbeda dalam jenis makanan dan klasifikasi ikan (misalnya, karnivora tidak dapat disatukan dengan ikan biasa karena risiko dimakan).
Dengan pengaturan tema seperti ini, pemain yang baru mengenal gim ini dapat dengan mudah menentukan jenis binatang yang sesuai tanpa memerlukan banyak ruang untuk menampilkan pameran di museum mereka.
Semua binatang yang dipamerkan dalam gim ini akan dikunci di dalam kedua jenis tempat tersebut.
Berburu Binatang, Atau Adopsi yang Sudah Ada
Salah satu keunikan Zooseum adalah pemain tidak hanya mendapatkan binatang melalui ekspedisi, tetapi juga melalui adopsi.
Opsi adopsi di Two Point Museum Zooseum akan muncul secara acak selama progres kampanye, dan begitu muncul, pemain dapat langsung menggunakannya.
Untuk mengadopsi binatang, pemain memerlukan Poin Suaka (Sanctuary Points), yang hanya bisa didapatkan dengan melepaskan binatang yang ditangkap dari ekspedisi kembali ke alam liar.
Semua binatang adopsi memiliki status yang sama dengan binatang dari alam liar. Terkadang, mereka akan ditemukan dalam keadaan sakit, ditandai dengan ikon plus berwarna pink.
Oleh karena itu, pemain perlu membangun Fasilitas Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) dan menyembuhkan mereka sebelum dipamerkan di Habitat atau Terrarium.
NPC Super yang Membantu Mengurus Museum Tanpa Dibayar
Selain binatang yang unik, aspek lain yang menambah keunikan gim ini adalah peran NPC asisten internal, Wiggy Silverbottom. Wiggy tidak hanya membantu di balik layar, tetapi juga secara aktif terlibat dalam simulasi.
Ini adalah pertama kalinya dalam seri ini NPC asisten khusus dihadirkan untuk membantu mengelola museum. Sebelumnya, NPC asisten hanya berperan sebagai pendukung pasif.
Wiggy tidak berbeda dengan pekerja Ahli (Expert) biasa, namun karena statusnya yang spesial, ia tidak memerlukan bayaran. Wiggy juga tidak bisa hilang saat ekspedisi dan tidak dapat dipecat karena ia bekerja sukarela.
Keberadaan Wiggy menjadikannya NPC Super yang sangat berharga bagi museum.
Dengan kata lain, pemain memiliki asisten umum yang bekerja tanpa pamrih dan tanpa gaji. Kehadiran Wiggy sangat membantu, memungkinkan pemain untuk lebih fokus pada pengelolaan museum daripada harus mengurus staf yang berbeda.
Namun, karena progres gim ini tergolong cukup lama dan pemain baru mendapatkan gim ini dua hari sebelum embargo ulasan, serta baru mencapai dua bintang dari total lima bintang museum, belum dapat dipastikan apakah Wiggy akan bertahan secara permanen atau akan meninggalkan museum pada titik tertentu dalam cerita.
Analisa Ramah Binatang
Selain Wiggy, fitur Zooseum juga sangat berbeda karena fokusnya pada binatang. Khususnya dalam hal analisis binatang untuk mendapatkan pengetahuan dan meningkatkan kualitas pameran. Sayangnya, proses analisis binatang kali ini terasa agak rumit.
Hal ini dikarenakan pemain membutuhkan binatang yang belum dianalisa, yang ditandai dengan tanda plus berwarna pink. Selain itu, pemain juga memerlukan Ahli Satwa Liar dengan keahlian Analisis Hewan (Animal Analysis). Prosesnya mirip dengan penyembuhan binatang yang ditangkap dari ekspedisi.
Di satu sisi, ini menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda. Namun, di sisi lain, ini menjadi hambatan yang semakin mempersulit pemain. Pemain membutuhkan semua Ahli Satwa Liar dengan keahlian Analisis Hewan agar sistem tidak memilih Ahli Satwa Liar secara acak yang belum memiliki keahlian yang sama.
Sifat acak dari sistem Two Point Museum ini bisa menjadi bumerang, karena pemain harus benar-benar memperhatikan Ahli Satwa Liar yang mereka rekrut.
Dengan kata lain, pemain tidak bisa lagi menggunakan Ruang Analisis (Analysis Room), melainkan wajib menggunakan Fasilitas Kesejahteraan Hewan dan Ahli Satwa Liar yang memiliki keahlian tersebut. Hal ini karena Ruang Analisis menggunakan sistem bedah dan bongkar pasang, sementara binatang tidak bisa diperlakukan demikian.
Baca juga: Hal Penting Film Resident Evil Terbaru Wajib Tahu
Secara pribadi, sistem seperti ini kurang disukai karena proses analisis yang seharusnya bisa otomatis, kini harus diatur secara manual. Setiap pegawai harus dilatih terlebih dahulu sebelum pemain dapat dengan tenang menganalisis binatang untuk menambah Pengetahuan (Knowledge) mereka.

Leave a Reply