Diorama.id – Di tengah tren tablet premium dan perangkat AI yang mahal, Poco justru mengambil langkah yang berbeda. Tanpa presentasi besar, tanpa teaser panjang, bahkan tanpa acara peluncuran resmi, Poco tiba-tiba menampilkan Poco Pad C1 di situs global Xiaomi.
Cara peluncuran seperti ini cukup menarik, mengingat biasanya perangkat baru Poco identik dengan promosi yang agresif. Namun, untuk Pad C1, Xiaomi tampaknya sengaja mengambil pendekatan “diam-diam masuk pasar” untuk tablet murah terbarunya.
Meskipun tidak banyak dibicarakan, perangkat ini justru menyimpan kombinasi spesifikasi yang cukup menarik di kelas _entry-level_.
Poco Pad C1 membawa layar IPS berukuran 9,7 inci dengan resolusi 2K serta _refresh rate_ 120Hz. Kombinasi tersebut membuat tablet ini terasa seperti perangkat hiburan murah yang mencoba tampil lebih premium dibanding harga yang kemungkinan akan dibanderol nantinya.
Refresh rate tinggi sendiri masih cukup jarang ditemukan di tablet murah, sehingga Poco tampaknya ingin menjadikan pengalaman _scrolling_ dan _streaming_ sebagai daya tarik utama perangkat ini.
Tablet ini juga sudah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland untuk pengurangan cahaya biru dan _flicker_, sehingga lebih nyaman digunakan dalam waktu lama, terutama untuk belajar _online_ atau menonton video.
Tablet Murah yang Diam-Diam Punya Desain Premium
Menariknya, Poco tidak membuat Pad C1 terlihat seperti tablet murah pada umumnya. Perangkat ini menggunakan bodi metal dengan ketebalan 7,4 mm dan bobot sekitar 406 gram. Desainnya bahkan lebih mirip tablet kelas menengah dibanding perangkat _entry-level_.
Pilihan warna biru dan abu-abu juga dibuat cukup minimalis, mengikuti gaya desain modern Xiaomi belakangan ini.
Namun, bagi pengguna yang merasa desain dan spesifikasinya familiar, memang ada alasannya.
Poco Pad C1 sebenarnya adalah versi lain dari Redmi Pad 2 9.7 yang sebelumnya sudah lebih dulu hadir di pasar global.
Strategi “ganti nama beda pasar” seperti ini memang semakin sering dipakai Xiaomi untuk memperluas jangkauan produk tanpa perlu mengembangkan perangkat benar-benar baru.
Fokus untuk Streaming dan Belajar, Bukan _Gaming_ Berat
Baca juga: Paralives: Game Mirip The Sims Layak Dibeli di Early Access? Review

Poco Pad C1 menggunakan _chipset_ Snapdragon 6s 4G Gen 2 yang dipadukan dengan RAM hingga 6GB dan _storage_ 128GB. Untuk aktivitas harian seperti _browsing_, membuka dokumen, _meeting online_, hingga _streaming_, performanya masih cukup aman. Apalagi penyimpanannya masih bisa diperluas menggunakan microSD hingga 2TB.
Namun, tablet ini tampaknya memang tidak dibuat untuk mengejar performa _gaming_ tinggi.
Sebaliknya, Poco lebih fokus menjadikan Pad C1 sebagai perangkat konsumsi konten dan belajar _online_ dengan daya tahan baterai panjang.
Tablet ini dibekali baterai 7600mAh dengan dukungan pengisian daya 18W. Poco mengklaim perangkat tersebut dapat bertahan hingga 15 jam pemutaran video.
HyperOS dan Ekosistem Xiaomi Jadi Senjata Tambahan
Poco Pad C1 langsung menjalankan HyperOS 3 yang membawa sejumlah fitur ekosistem Xiaomi.
Salah satunya adalah _Call Sync_ yang memungkinkan panggilan telepon di _smartphone_ diterima langsung lewat tablet.
Ada pula fitur _Circle to Search_ yang kini mulai menjadi fitur andalan Android modern.
Meskipun begitu, ada satu hal yang cukup unik.
Walaupun _chipset_ yang digunakan membawa nama “4G Gen 2”, tablet ini ternyata hanya mendukung konektivitas WiFi tanpa slot SIM card.
Sampai sekarang, Poco juga masih belum mengungkap harga resmi Pad C1. Namun, melihat _positioning_ dan spesifikasinya, tablet ini kemungkinan akan menjadi salah satu tablet murah Xiaomi paling menarik untuk pasar pelajar dan pengguna kasual.

Leave a Reply