Indotify.com – Jagat hiburan Tanah Air kembali dihebohkan dengan skandal dugaan penggelapan dana yang melibatkan ketua fanbase salah satu kontestan Indonesian Idol. Kasus ini mencuat setelah Rio Lahskart, yang didukung penuh oleh fanbase Glorious, tereliminasi dari panggung kompetisi musim ke-14.
Kekecewaan para penggemar Rio Lahskart semakin memuncak ketika terungkap adanya dugaan penyalahgunaan dana yang telah mereka kumpulkan dengan susah payah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai ke mana saja dana voting tersebut dialokasikan.
1. Munculnya Kecurigaan Penggelapan Dana Voting Indonesian Idol
Rio Lahskart menjadi salah satu kontestan yang paling banyak mendapatkan perhatian dan dukungan selama gelaran Indonesian Idol season XIV. Fanbase resminya, Glorious, secara aktif melakukan penggalangan dana untuk memberikan suara sebanyak-banyaknya demi mendukung Rio.
Namun, euforia dukungan tersebut seketika berubah menjadi kecurigaan setelah Rio tersingkir di babak Top 3. Salah satu figur publik yang turut memberikan dukungan, Ivan Gunawan, mengungkapkan keheranannya atas hasil voting tersebut.
Menurut Ivan Gunawan, jumlah dana yang berhasil dikumpulkan oleh fanbase Rio seharusnya sangat besar. Ia mempertanyakan apakah dana tersebut benar-benar digunakan untuk memberikan voting kepada Rio.
“Dalam perhitungan saya, gak mungkin kita kalah vote, karena uang vote harusnya ada. Apakah dipakai buat vote beneran?” ujar Ivan Gunawan dalam sebuah pernyataan yang kemudian viral di berbagai platform media sosial.
Pernyataan Ivan Gunawan ini semakin memicu spekulasi di kalangan penggemar bahwa ada praktik penggelapan dana yang terjadi di balik layar.
2. Ketua Fanbase Mengaku Sebagai Pelaku Penggelapan Dana Voting
Kecurigaan yang berkembang di kalangan penggemar akhirnya mendapatkan titik terang. Akun resmi fanbase Glorious mengunggah sebuah pernyataan klarifikasi pada Jumat, (15/5/2026). Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa ketua fanbase mereka, Arini Ayu Septari Zak, terbukti melakukan penggelapan dana voting.
Penggelapan dana tersebut dilakukan selama Rio Lahskart berkompetisi di Indonesian Idol Season XIV. Fanbase Glorious secara tegas menyatakan bahwa Arini Ayu Septari Zak bersalah atas tindakan tersebut.
Baca juga: Rekomendasi Film Drama Olahraga Jepang dengan Aktris Utama
“Kami, dari Tim Admin dan Keluarga Besar Glorious ingin menyampaikan dan meluruskan terkait berita yang beredar, bahwa Ketua Fanbase kami yaitu Arini Ayu Septari Zak (@Ariny Ayu), secara sah dan benar bersalah sudah melakukan PENGGELAPAN DANA VOTING selama Rio Lahskart berkompetisi di Indonesian Idol season XIV,” demikian bunyi pernyataan resmi dari akun @glorious_offcl.
Pihak fanbase juga menegaskan bahwa tindakan penggelapan dana tersebut dilakukan secara pribadi oleh Arini dan tidak melibatkan admin maupun anggota tim fanbase lainnya. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh pendukung Rio yang telah menyumbangkan donasi dan dukungan mereka.
3. Ketua Fanbase Rio Siap Bertanggung Jawab dan Ganti Rugi
Dalam pernyataan klarifikasi yang sama, pihak fanbase Glorious menyatakan bahwa pelaku, Arini Ayu Septari Zak, telah bersikap kooperatif. Ia siap menerima segala konsekuensi atas tindakan yang telah dilakukannya.
Seluruh kerugian yang timbul akibat penggelapan dana tersebut juga telah divalidasi oleh tim internal fanbase dan pihak exclusive spender Glorious. Hal ini menunjukkan keseriusan fanbase dalam menangani kasus ini.
Pihak fanbase menjelaskan bahwa pelaku akan segera melakukan proses ganti rugi kepada pihak-pihak yang terdampak. Mereka juga berjanji akan mempublikasikan bukti-bukti proses penggantian dana tersebut melalui akun media sosial resmi Glorious.
“Video ini adalah bentuk klarifikasi dan pernyataan bersalah, segala bentuk kerugian sudah di validasi oleh Tim Glorious dan Tim Exclusive Spender Glorious, PELAKU sudah kooperatif dan akan segera membayar ganti rugi. Semua bukti ganti rugi akan di upload melalui instagram Glorious,” tegas akun @glorious_offcl.
Selain itu, dilaporkan bahwa pelaku tidak akan lagi dilibatkan dalam aktivitas fanbase maupun kegiatan pendukung Rio Lahskart di masa mendatang. Keputusan ini diambil untuk menjaga kepercayaan dan integritas fanbase.
Meskipun pelaku telah menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab dan mengganti kerugian, kekecewaan mendalam tetap dirasakan oleh banyak penggemar. Mereka berpendapat bahwa, meskipun ganti rugi dijanjikan, kesempatan Rio Lahskart untuk melaju ke babak final dan meraih kemenangan di Indonesian Idol tidak dapat dikembalikan lagi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana, terutama yang dikumpulkan atas nama dukungan terhadap idola. Penggemar berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan kepercayaan publik terhadap fanbase dapat kembali pulih.

Leave a Reply