Indotify.com – Sega dan RGG Studio baru saja merilis informasi terbaru mengenai game aksi brawler terbaru mereka, Stranger Than Heaven. Game ini akan mengungkap sejarah awal terbentuknya klan Tojo dan berlatar waktu di berbagai kota Jepang dari tahun 1915 hingga 1965.
Informasi ini diungkap dalam sebuah event showcase Xbox, yang semakin memanaskan antusiasme para penggemar franchise Yakuza/Like a Dragon.
Game ini menjanjikan kisah dramatis yang terbentang sepanjang 50 tahun, membawa pemain menyelami dunia bawah tanah Jepang di masa lalu yang jarang terungkap.
Berikut adalah 7 fakta menarik seputar Stranger Than Heaven yang perlu kamu ketahui:
Table of Content
1. Setting cerita sepanjang 50 tahun
2. Perjalanan Makoto dan Yu mencari rumah di tanah air mereka
3. Mengendalikan dua sisi badan bersamaan
4. Musik menjadi denyut nadi Stranger Than Heaven
5. Dibintangi aktor dan musisi terkemuka
6. Dubbing Inggris dan Jepang disatukan
7. Theme song Stranger Than Heaven
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this “Intinya Sih” helpful?
- Stranger Than Heaven adalah game aksi brawler terbaru dari Sega dan RGG Studio yang mengungkap asal-usul klan Tojo, dengan latar waktu 1915–1965 di berbagai kota Jepang.
- Cerita berfokus pada Makoto Daito dan Yu Shinjo, dua pemuda hafu yang berjuang menemukan tempat mereka di Jepang sambil menghadapi diskriminasi dan konflik identitas.
- Game ini menampilkan sistem pertarungan unik, elemen musik interaktif, serta jajaran aktor dan musisi ternama seperti Yu Shirota, Dean Fujioka, Ado, Tori Kelly, dan Snoop Dogg.
Sega dan RGG Studio mengungkap lebih banyak detail seputar Stranger Than Heaven, game aksi brawler terbaru mereka yang akan rilis pada musim dingin ini. Info terbaru ini diungkap lewat sebuah event showcase dari Xbox.
Seperti dugaan banyak fans, game ini masih memiliki kaitan dengan franchise Yakuza/Like a Dragon, dimana Stranger Than Heaven akan mengungkap sejarah berdirinya klan Tojo.
Dengan setting yang tersebar sepanjang 50 tahun, game ini menawarkan kisah dramatis dari dunia bawah tanah Jepang di masa lalu, yang belum tentu diketahui banyak orang.
Simak fakta-fakta menarik dari game Stranger Than Heaven di bawah ini!
1. Setting cerita sepanjang 50 tahun
Stranger Than Heaven akan mengambil setting waktu sepanjang 50 tahun, dimulai dari tahun 1915 dan ditutup di tahun 1965.
Setting lokasinya pun tersebar di berbagai lokasi di Jepang. Kelima lokasi yang terkonfirmasi adalah Kokura di Fukuoka, Kure di Hiroshima, Minami di Osaka, Atami di Shizuoka, dan Shinjuku di Tokyo.
Dalam video trailer terbaru, terungkap bahwa Stranger Than Heaven akan menceritakan asal mula terbentuknya klan Tojo, salah satu kelompok yakuza terbesar di game Like a Dragon.
2. Perjalanan Makoto dan Yu mencari rumah di tanah air mereka
Game ini menceritakan tentang Makoto Daito, seorang pemuda hafu (peranakan Jepang dan Amerika) yang berusaha pulang ke Jepang untuk menghindari diskriminasi di Amerika.
Baca juga: Referensi Anime di Neverness To Everness, Termasuk Rumah Nobita
Ia menyusup ke dalam sebuah kapal, dan bertemu dengan sesama hafu lain, Yu Shinjo, yang juga ingin pulang ke Jepang. Naas, mereka ditangkap oleh pemilik kapal, seorang penyelundup bernama Orpheus.
Orpheus mengizinkan Makoto dan Yu untuk pulang ke Jepang bersamanya, karena Orpheus tahu mereka tetap akan menderita di Jepang karena status mereka sebagai hafu.
Meski begitu, Makoto dan Yu tetap berusaha untuk bertahan hidup di tanah kelahiran mereka. Perjalanan mereka menembus batas waktu, dan menguji loyalitas mereka atas satu sama lain.
3. Mengendalikan dua sisi badan bersamaan
Dalam Stranger Than Heaven, kontrol Makoto saat bertarung tidak ditentukan melalui tombol face button (ABXY/kotak-bulat-segitiga-x), melainkan dengan tombol bumper dan trigger.
Tombol sisi kiri (LB-LT/L1-L2) mengendalikan tubuh sebelah kiri Makoto, sementara tombol sisi kanan (RB-RT/R1-R2) mengendalikan tubuh sebelah kanan.
Makoto bisa mengkombinasikan tombol-tombol di atas untuk menciptakan kombo, atau menahan tombol untuk menggunakan serangan charge yang lebih kuat.
Makoto juga bisa menggunakan senjata untuk menyerang musuh, mulai dari pisau hingga palu gada.
4. Musik menjadi denyut nadi Stranger Than Heaven
Makoto memiliki passion di bidang musik. Ia bermimpi menjadi seorang penyanyi, namun jalan hidup membawanya ke dalam bisnis showman/promotor musik.
Sepanjang permainan, Makoto bisa menemukan suara-suara yang jadi inspirasinya. Makoto bisa menangkap suara tersebut ke dalam ingatannya, mulai dari cuitan burung, deru kereta api, hingga bunyi sabetan pisau saat bertarung.
Makoto kemudian bisa bekerja sama dengan komposer untuk menciptakan lagu berdasarkan suara-suara yang ia ingat. Lagu tersebut dapat dimainkan dalam pertunjukan musik dimana Makoto dapat merekrut pemain band serta penyanyinya.
Tak hanya itu, Makoto juga harus mempromosikan pertunjukan musik dan penyanyi jagoannya, sehingga setiap show akan menghasilkan keuntungan yang besar.
5. Dibintangi aktor dan musisi terkemuka
Stranger Than Heaven akan dibintangi oleh aktor kawakan serta penyanyi ternama. Mereka adalah:
- Makoto Daito: Yu Shirota
- Yu Shinjo: Dean Fujioka
- Orpheus: Snoop Dogg
- Takashi: Satoshi Fujiwara
- Suzy Day: Tori Kelly
- Tae Matsumoto: Moeka Hoshi
- Heigo Yashima: Akio Otsuka
- Kiyoshi Otsuru: Tokuma Nishioka
- The Veiled Stranger: Cordell Broadus
- Keiko Shirai: Ado
- Genzo Iwaki: Takashi Ukaji
Wajah karakter Genzo Iwaki diadaptasi dari wajah aktor legendaris Bunta Sugawara, dan telah mendapatkan izin dari pihak keluarganya. Sementara itu, wajah karakter Keiko Shirai merupakan desain original dari RGG Studio, dan telah mendapatkan persetujuan dari Ado sendiri, untuk menjaga kerahasiaan identitas sang utaite.
6. Dubbing Inggris dan Jepang disatukan
Jika kamu perhatikan, para pemeran Stranger Than Heaven di atas merupakan campuran aktor dan penyanyi Jepang serta Amerika Serikat. Hal ini merupakan keputusan yang disengaja berdasarkan faktor artistik.
Stranger Than Heaven mengeksplor kisah Makoto dan Yu, hafu yang kesulitan untuk menemukan rumah mereka. Mereka didiskriminasi di Amerika, tapi juga ditolak oleh masyarakat Jepang.
Pemilihan bahasa bilingual ini berusaha menonjolkan konflik mereka yang mencari tempat dimana mereka bisa diterima apa adanya.

Leave a Reply