Diorama.id – Apple secara resmi telah memulai penjualan MacBook Neo di Indonesia. Laptop terbaru ini segera menarik perhatian karena menjadi salah satu MacBook yang paling tidak konvensional yang pernah diciptakan Apple, bukan karena desainnya, melainkan karena “otak” yang digunakannya.
Untuk pertama kalinya, Apple menghadirkan laptop Mac dengan chip seri A dari iPhone, yaitu A18 Pro, alih-alih menggunakan chip seri M seperti pada lini MacBook Air atau MacBook Pro. Keputusan ini membuat MacBook Neo terasa seperti perpaduan antara iPhone dan MacBook dalam satu perangkat.
Saat ini, MacBook Neo sudah tersedia di berbagai Apple Authorized Reseller di Indonesia, seperti iBox, Digimap, Hello Store, hingga Blibli. Pengguna kini tidak perlu lagi melakukan pra-pemesanan karena unit laptop tersebut sudah tersedia untuk pembelian langsung di toko resmi.
MacBook Termurah Apple Kini Punya DNA iPhone
MacBook Neo diposisikan oleh Apple sebagai laptop Mac paling terjangkau bagi pengguna kasual, pelajar, hingga mereka yang baru pertama kali masuk ke ekosistem Mac. Namun, hal yang paling menarik bukan hanya harganya yang lebih murah, melainkan strategi Apple dalam membawa chip iPhone ke laptop.
Chip A18 Pro sebelumnya dikenal sebagai prosesor flagship untuk iPhone, dengan fokus pada efisiensi daya dan performa kecerdasan buatan (AI). Kini, chip tersebut digunakan untuk menjalankan macOS Tahoe di perangkat laptop. Langkah ini menunjukkan bagaimana Apple mulai menyatukan ekosistem iPhone dan Mac secara lebih agresif.
Baca juga: Poco Pad C1: Tablet Murah Xiaomi Layar 2K 120Hz!
MacBook Neo secara tidak langsung menjadi penanda bahwa batas antara iPhone, iPad, dan Mac kini semakin tipis.
Harga MacBook Neo di Indonesia
Di Indonesia, MacBook Neo hadir dalam dua varian:
- RAM 8GB, SSD 256GB: Rp 10.749.000
- RAM 8GB, SSD 512GB: Rp 12.999.000
Harga tersebut menjadikan MacBook Neo sebagai salah satu laptop Apple termurah yang pernah dijual resmi di Indonesia.
Desain MacBook Air Tapi Lebih Ringan

Secara tampilan, MacBook Neo mengusung desain yang sangat mirip dengan lini MacBook Air. Laptop ini hadir dengan bodi tipis, ringan, dan minimalis, dengan bobot sekitar 1,23 kilogram, sehingga cukup nyaman dibawa bepergian.
Apple juga memberikan sentuhan warna yang lebih berani dibandingkan MacBook biasanya, seperti Blush Citrus, Indigo, dan Silver. Pilihan warna ini membuat MacBook Neo terasa lebih menyasar generasi muda dan pengguna kasual dibandingkan pengguna profesional.
Fokus untuk Aktivitas Harian dan AI
MacBook Neo dibekali layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 2408 x 1506 piksel serta RAM 8GB unified memory. Laptop ini juga dilengkapi dengan WiFi 6E, Bluetooth 6, kamera FaceTime HD 1080p, dua port USB-C, dan jack audio 3,5 mm.
Meskipun tidak ditujukan untuk pekerjaan berat seperti editing profesional, MacBook Neo tampaknya lebih difokuskan untuk kebutuhan harian. Ini mencakup belajar, browsing, mengetik, meeting online, hingga penggunaan fitur AI di macOS Tahoe.
Strategi Apple melalui MacBook Neo juga cukup menarik. Untuk pertama kalinya, perusahaan menghadirkan pengalaman Mac dengan harga yang lebih “masuk akal” untuk pasar pelajar dan pengguna muda. Jika sebelumnya MacBook identik sebagai laptop premium yang mahal, MacBook Neo bisa menjadi pintu masuk baru ke ekosistem Apple bagi lebih banyak pengguna di Indonesia.

Leave a Reply