Diorama.id – Jika kamu pernah memainkan game bergenre city builder, maka kamu pasti menyadari bahwa genre ini umumnya menawarkan skenario permainan yang relatif sederhana.
Biasanya, fokus utama game city builder adalah memberikan kebebasan kepada pemain untuk membangun kota di lokasi mana pun yang mereka pilih. Pemain dituntut untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia, serta mengelola aspek politik dan ekonomi kota.
Namun, berbeda dari kebanyakan game city builder lainnya, seri Anno yang dikembangkan oleh Ubisoft mengambil pendekatan yang unik. Mereka menggabungkan elemen simulasi kota dengan genre real-time strategy (RTS). Alih-alih permainan berbasis giliran seperti Civilization, di Anno kamu tidak hanya mengatur pembangunan kota, tetapi juga mengelola pasukan militer untuk mempertahankan wilayahmu dari serangan musuh.
Keunikan ini terus dipertahankan dalam Anno 117: Pax Romana, game terbaru dalam seri Anno yang berlatar di era Kekaisaran Romawi.
Namun, mengingat kompleksitas genre city builder, muncul sebuah pertanyaan penting: Mampukah Anno 117: Pax Romana menarik minat para gamer kasual, bahkan mereka yang baru pertama kali mengenal genre ini?
Jawabannya adalah: Ya, namun dengan syarat pemain bersedia mempelajari mekanismenya secara bertahap. Setidaknya, itulah pengalaman yang saya rasakan setelah memainkan game ini lebih awal, meskipun peninjauan ini mungkin terkesan sedikit terlambat.
Sekali lagi, kami berkesempatan untuk memainkan Anno 117: Pax Romana dari Ubisoft di tengah kesibukan meninjau game-game lain.
Secara pribadi, saya pernah memainkan Anno 2205, dan sejauh ini, Anno 117: Pax Romana terasa sebagai seri yang paling mudah diakses jika dibandingkan dengan pendahulunya.
Bagaimana pengalaman saya secara keseluruhan? Mari kita selami ulasan lengkapnya.
Review Anno 117 Pax Romana – Seri Wajib Buat Pemula City Builder
Menjalankan Mandat Kaisar
Anno 117: Pax Romana menonjol sebagai seri yang paling unik karena untuk pertama kalinya, pemain akan disajikan sebuah narasi cerita dengan karakter protagonis yang telah ditentukan oleh Ubisoft.
Sebelumnya, seri game ini tidak memiliki cerita naratif yang berpusat pada karakter protagonis. Ini merupakan inovasi baru yang dihadirkan oleh Ubisoft dalam seri Anno.
Anno 117: Pax Romana mengambil latar waktu tahun 117 Masehi, pada periode Pax Romana, sebuah era stabilitas dan kedamaian dalam Kekaisaran Romawi. Kali ini, game ini menawarkan sebuah alur cerita utama yang mendalam.
Kisah utamanya dimulai dengan pemain yang harus memilih salah satu dari dua protagonis utama. Pilihan jatuh pada karakter pria atau wanita: Marcus, putra kesembilan dari Decimus dari Delta, atau Marcia, putri dari Decimus dari Delta.
Keduanya memulai perjalanan mereka di sebuah pulau kosong yang dulunya merupakan kota Ambrosia, yang hancur akibat letusan gunung berapi Old Occasus.
Baca juga: Review Two Point Museum Zooseum: Simulasi Museum Binatang Terbaik
Tugas pertama pemain adalah membangun kembali kota tersebut menjadi Juliana, yang dinamai sebagai penghormatan kepada Julia, istri Kaisar.
Kedua protagonis ini memiliki latar belakang masing-masing, namun kisah mereka disatukan. Dalam permainan ini, tugas utama pemain adalah mengelola provinsi, membangun kota, dan menjaga kesejahteraan rakyat di dua wilayah besar: Latium (wilayah dekat Roma) dan Albion (Britania kuno).
Mampukah Marcus atau Marcia berhasil menjalankan tugas yang diberikan? Apa saja mandat Kaisar selanjutnya setelah pembangunan Juliana selesai? Semua jawaban ini dapat ditemukan dalam Anno 117: Pax Romana.
Detail Visual yang Imersif
Sebelum kita mendalami aspek gameplay, mari kita apresiasi tampilan visual Anno 117: Pax Romana.
Game ini menawarkan visual yang sangat indah dan detail. Bukan hanya pergantian siang dan malam yang memukau, tetapi juga animasi penduduk yang sangat hidup.
Anda dapat mengamati bagaimana warga kota beraktivitas, mulai dari pergi ke pasar, bekerja, hingga menunjukkan ketidakpuasan jika kondisi mereka memburuk.
Detail-detail ini hanya terlihat jelas ketika Anda melakukan zoom in. Saat melakukan zoom out, game akan menampilkan bangunan kota yang telah Anda bangun beserta sedikit pergerakan warga untuk menghemat sumber daya komputasi PC Anda.
Namun, perlu diingat bahwa untuk menikmati game ini pada pengaturan grafis Ultra, Anda memerlukan spesifikasi PC yang mumpuni. PC saya yang sudah cukup tua masih mampu menjalankan game ini pada 60-70 fps, namun dengan pengaturan grafis medium atau rendah.
Meskipun demikian, tampilannya tetap memukau dan tidak terlalu jauh berbeda, kecuali jika ray tracing diaktifkan.
Ubisoft Mainz telah sangat berfokus pada otentisitas periode waktu yang dipilih (tahun 117 M). Oleh karena itu, dalam Anno 117, ketika Anda membangun patung dan monumen, mereka ditampilkan dengan warna-warna cerah dan detail yang akurat, mencerminkan bagaimana aslinya.
Selain kualitas grafis, Anno 117: Pax Romana juga menampilkan latar Romawi Kuno yang memukau dan digarap dengan sangat baik. Detail sejarah seperti patung yang dicat (patung Romawi asli memang dicat, namun yang kita kenal sekarang seringkali sudah pudar warnanya) dan dinamika Kekaisaran Romawi terasa sangat otentik.
Hal ini memberikan estetika kota yang lebih hidup, bersemangat, dan akurat secara historis, berbeda dari penggambaran Romawi yang umum kita lihat. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari studio pengembang terhadap detail historis.
Meskipun saya pribadi tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah Romawi kuno, berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ada, game ini benar-benar berusaha keras untuk mereplikasi keotentikan tema Romawi kuno.
Sistem Kompleks Tapi Ramah Pemula
Seperti game city builder lainnya, Anno 117: Pax Romana memiliki sistem pembangunan yang sangat kompleks.
Namun, berbeda dari game city builder pada umumnya, di sini Anda menentukan jumlah populasi berdasarkan rumah sipil yang dibangun secara manual. Ini berarti bukan berbasis grid tile, melainkan rumah yang dibangun satu per satu, mirip dengan bangunan dalam game real-time strategy.
Dalam game ini, Anda dapat membangun berbagai macam fasilitas, termasuk rumah penduduk, unit produksi seperti pengolahan kayu, produksi ikan, pakaian, serta kebutuhan produksi lainnya termasuk tambang atau bahkan menara pengawas untuk hiburan warga.
Game ini memiliki sistem ekonomi yang sangat kompleks namun jauh lebih mudah dipahami. Mulai dari pengumpulan pajak yang dihitung berdasarkan jumlah rumah penduduk, hingga produksi sumber daya seperti kayu, wol, atau keramik.
Setiap proses produksi melibatkan berbagai tahapan dan bangunan yang berbeda. Contohnya, untuk produksi kayu, Anda memerlukan pos penebang kayu di dekat hutan, lalu sebuah kilang untuk mengolah kayu agar dapat digunakan pada bangunan lain.
Sementara itu, untuk pertanian dan peternakan, Anda perlu membangun fasilitas pertanian atau peternakan terlebih dahulu, kemudian unit pengolah bahan seperti pembuat pakaian, hingga pembuat topi. Semua diintegrasikan dengan detail yang sangat memuaskan saat Anda mengungkapnya satu per satu.
Tidak hanya produksi, Anda juga harus memenuhi kebutuhan penduduk seperti pakaian, makanan, dan lain-lain. Untuk itu, Anda perlu membangun berbagai bangunan untuk memproduksi berbagai sumber daya. Ya, termasuk pembuat pakaian dan topi yang telah disebutkan sebelumnya.
Satu hal yang saya perhatikan dalam sistem pembangunan di Anno 117 adalah bagaimana game ini kini mengadopsi sistem grid yang sederhana, minimalis, dan sesuai dengan kebutuhan.
Sistem grid ini sangat membantu dan berbeda dari Anno 1800 yang memiliki banyak kotak yang tidak perlu. Sistem ini langsung menunjukkan bagaimana bangunan A dan B akan saling berdampingan ketika Anda membangun bangunan kedua di sebelahnya.
Jadi, Anda tidak perlu lagi berpikir terlalu lama untuk membayangkan bagaimana membuat jalan yang tepat. Sistem sederhana ini juga dilengkapi dengan fitur pembangunan jalan melingkar secara instan di sekitar bangunan atau beberapa bangunan yang berdekatan.
Caranya adalah dengan mengklik opsi “membangun jalan”, kemudian klik bangunan yang ingin Anda lingkari jalannya. Ini adalah sistem yang benar-benar mempercepat proses pembangunan kota impian Anda, terutama jika Anda sudah memiliki gambaran jelas tentang bagaimana kota Anda akan terbentuk.
Namun, tentu saja, saya sendiri cenderung membangun secara acak, sehingga sebagian besar tangkapan layar yang saya berikan menampilkan bentuk bangunan yang saya buat secara spontan.
Antarmuka pengguna (UI) game ini terasa cukup berbeda dari seri sebelumnya. Jika sebelumnya terlihat lebih detail dan banyak, di game ini tampilannya lebih menyerupai folder.
Sekilas, tampilan ini terlihat rapi dan nyaman dipandang. Namun, di sisi lain, ini sempat membuat saya bingung ketika ingin membangun berbagai macam hal.
Misalnya, jika saya ingin membangun peternakan domba, saya harus mengklik kebutuhan rakyat kelas pekerja lalu mencari kebutuhan mereka, yaitu pakaian.
Memang, ini menjadi sangat praktis karena semuanya saling terhubung. Namun, di sisi lain, ini menjadi sedikit merepotkan karena pemain seharusnya diberikan opsi untuk membuat pintasan sendiri atau diberikan pintasan bawaan untuk kebutuhan tertentu di layar, daripada harus mencari berdasarkan kategori masing-masing.
Selain kebutuhan warga, Anda juga harus membangun bangunan militer untuk pertahanan, sebagai antisipasi jika suatu saat diserang musuh. Ini sepenuhnya pilihan Anda, apakah ingin berperang atau tidak, karena semua adalah pilihan. Namun, bagi saya pribadi, karena mengelola ekonomi dalam game ini sudah cukup kompleks, saya lebih memilih untuk menjadi seorang pasifis dan hidup damai tanpa pasukan.

Leave a Reply