Diorama.id – Bagi sebagian besar penggemar Square Enix, perjalanan mereka dalam dunia game seringkali dimulai dari seri Dragon Quest. Namun, pengalaman saya sedikit berbeda.
Meskipun saya sempat menikmati era keemasan PlayStation 1, RPG Square Enix pertama yang saya mainkan adalah Final Fantasy VIII, diikuti oleh seri Final Fantasy lainnya yang dirilis pada konsol tersebut.
Saat itu, saya sudah terbius oleh genre RPG dan mencoba memainkan Dragon Quest VII di PS1. Sayangnya, saya tidak berhasil menyelesaikannya pada percobaan pertama karena merasa bingung harus melanjutkan ke mana. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan kemampuan bahasa Inggris saya pada masa itu.
Kini, dengan hadirnya remake kesekian kalinya melalui Dragon Quest VII Reimagined, saya akhirnya berkesempatan untuk merasakan pengalaman penuh dari game ini. Meskipun, menurut para pemain veteran, seri ini dikabarkan lebih pendek dibandingkan versi 3DS atau PS1.
Kami merasa sangat beruntung karena Square Enix Asia memberikan kesempatan kepada kami untuk memainkan Dragon Quest VII Reimagined setelah perilisannya.
Sebagai pendatang baru untuk seri Dragon Quest VII, saya akan menyajikan ulasan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, tanpa terlalu banyak merujuk pada diskusi atau teori yang beredar di internet, kecuali teori Kiefer yang sempat saya baca.
Perlu dicatat bahwa saya hanya pernah menamatkan Dragon Quest XI dan XI S Definitive Edition. Pengalaman saya dengan Dragon Quest VII di PS1 pun hanya sebatas awal permainan, setelah bertemu dengan Kiefer.
Oleh karena itu, ulasan ini tidak akan membandingkan secara langsung dengan versi PS1 atau versi orisinalnya. Ini murni pengalaman saya sebagai pemain baru.
Lantas, bagaimana pengalaman Dragon Quest VII Reimagined bagi seorang pemain baru seperti saya? Berikut ulasannya.
Review Dragon Quest VII Reimagined – Kisah Klasik dengan Pendalaman Artistik
Petualangan Anak Nelayan Bersama Dua Anak Ber-privilege

Dalam Dragon Quest VII Reimagined, Anda akan berperan sebagai seorang pahlawan tanpa nama, yang memiliki nama kanon Auster. Ia adalah seorang anak nelayan yang dikenal baik di desanya.
Auster bersahabat dengan dua anak yang memiliki latar belakang istimewa: Maribel, putri dari kepala desa yang kaya raya, dan Kiefer, putra mahkota, yang merupakan satu-satunya pewaris takhta kerajaan.

Seperti anak-anak seusianya, Auster dan kedua temannya sering menghabiskan waktu bermain bersama. Namun, di tengah perjalanan cerita, Kiefer menemukan bahwa kuil misterius di pulau tempat mereka tinggal ternyata menyimpan sebuah teka-teki yang belum terpecahkan.


Dari penemuan tersebut, ketiganya akhirnya membuka jalan menuju kuil rahasia. Di sana, mereka menemukan bahwa mereka dapat melakukan perjalanan ke dunia lain dengan menggunakan lempengan batu (stone tablet) yang mereka temukan di dunia mereka.

Perjalanan ketiganya membawa mereka ke masa lalu, ratusan tahun sebelum era mereka. Mereka membantu menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi. Hingga akhirnya, mereka menyadari bahwa pulau-pulau yang ada di dunia mereka sebenarnya disegel setelah mereka menyelesaikan misi di salah satu pulau pada masa lalu.

Penemuan ini menambah misteri baru mengenai hubungan antara lempengan batu yang mereka kumpulkan untuk melakukan perjalanan ke masa lalu, dengan hilangnya semua pulau di dunia mereka, kecuali pulau tempat mereka tinggal.

Mampukah Auster dan teman-temannya mengungkap apa yang menyebabkan pulau-pulau ini menghilang? Temukan jawabannya di Dragon Quest VII Reimagined.
Semesta Bak Diorama yang Indah

Hal pertama yang membuat saya terpesona adalah tampilan visual dan dunia Dragon Quest VII Reimagined yang tetap mengedepankan konsep kesenangan yang atraktif.
Visual Dragon Quest VII Reimagined disajikan dengan gaya diorama, di mana Anda akan melihat karakter dalam format kamera isometrik yang dapat diputar hampir 360 derajat dalam skenario tertentu.

Tambahan efek kedalaman bidang (depth of field) seolah membuat tampilan kartun 3D dalam game ini terasa seperti kita sedang mengendalikan mainan yang bergerak.

Tampilan ini sangat memanjakan mata, tidak hanya dari perspektif kamera, tetapi juga dari pencahayaannya yang apik. Setiap pegunungan, bukit, hingga lautan terasa sangat imersif dan menggoda saya untuk terus menjelajahi dunianya, baik di peta dunia maupun di setiap area permainan.
Visual imersif yang luar biasa keren ini sangat sesuai dengan ekspektasi saya. Sejak saya mulai memainkan game-game Square Enix, saya tidak pernah meragukan kemampuan para seniman Square Enix dalam menghadirkan ciri khas tidak hanya dari waralaba itu sendiri, tetapi juga identitas unik dari setiap game RPG yang mereka ciptakan.
Meskipun saya tidak yakin apa inspirasi utamanya, desain dunia ini tampaknya terinspirasi dari desain dunia Fantasian yang dibuat oleh kreator Final Fantasy, Hironobu Sakaguchi, yang juga dipublikasikan oleh Square Enix untuk PC dan konsol.

Meskipun saya merasa banyak elemen yang familier karena setiap game Dragon Quest selalu mengangkat tema yang tidak jauh berbeda, saya tetap merasa betah menjelajahi dunianya. Dunia ini tidak hanya disajikan dengan pencahayaan yang rapi, tetapi juga penempatan NPC yang cermat, dan setiap peran NPC yang memberikan latar belakang cerita tersendiri mengenai kota atau dunia tersebut.
Sangat Ramah Pendatang Baru

Tampilan visualnya juga mengubah cara kita dalam menjelajah. Contohnya di peta dunia, Anda akan dapat melawan monster yang muncul, termasuk monster spesial yang jauh lebih kuat. Namun, hadiah yang akan Anda terima akan lebih berharga jika Anda berhasil mengalahkannya.

Namun, sepertinya game ini masih mempertahankan sistem pertarungan acak (random battle) di area air. Sesuatu yang saya rasakan saat memainkan Dragon Quest XI.

Secara pribadi, saya sangat tidak menyukai sistem pertarungan acak, karena bagi saya hal ini justru mengurangi imersi saya dalam menikmati dunianya. Saya lebih suka jika ada pilihan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan pertarungan acak.

Yang menarik dari game ini dalam hal eksplorasi adalah bagaimana game ini menyambut pemain baru yang baru saja mencoba game RPG.
Berbeda dari kebanyakan game RPG, game ini sangat ramah untuk eksplorasi. Anda tidak akan merasa bingung harus mencari tujuan Anda sendiri.

Semua yang Anda inginkan, seperti mencari lempengan batu untuk kebutuhan petualangan Anda, akan ditunjukkan di peta mini. Semua petunjuk akan diberikan di peta mini tersebut. Anda juga bisa berbicara dengan rekan satu tim Anda untuk mengetahui tujuan Anda selanjutnya.

Meskipun di sisi lain, Anda tetap dituntut untuk bereksplorasi jika Anda adalah pemain hardcore yang suka menjelajah, seperti mencari karpet terbang untuk tunggangan, pendekatan ini sangat berbeda dari pendekatan game RPG pada umumnya yang menuntut Anda untuk mencari sendiri apa saja hal tersembunyi dalam game.

Selain itu, Anda sudah bisa mengakses sihir bernama Zoom, yang memungkinkan Anda untuk berteleportasi dengan cepat sejak awal permainan. Anda juga dapat mengendarai tunggangan seperti karpet terbang, kapal, dan lainnya.

Dragon Quest VII Reimagined seolah memberikan kemudahan bagi mereka yang benar-benar baru mengenal game RPG. Sebuah pendekatan yang unik, namun menurut saya masuk akal, karena tidak semua orang menyukai game RPG. Dragon Quest VII Reimagined menurut saya bisa menjadi jembatan bagi orang yang ingin mencoba genre ini untuk pertama kali tanpa harus pusing memikirkan banyak hal, termasuk eksplorasi.
Selain eksplorasi, game ini juga mempermudah Anda dalam melawan musuh. Tingkat kesulitan game ini dapat diatur dari seberapa banyak emas, pengalaman, atau seberapa agresif musuh di peta.

Anda bebas mengaturnya, baik itu untuk mendapatkan emas dan pengalaman lebih banyak, atau membuatnya lebih sulit agar permainan menjadi lebih menantang.
Meskipun, sekali lagi, menurut saya bagi Anda yang memang mengejar grinding level dengan cepat, Anda harus bersabar. Karena meskipun diatur untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak, game ini masih memberikan pengalaman yang sedikit, terutama jika karakter Anda sudah mencapai level 50-an.
Baca juga: Review WWE 2K26: Sistem Grindy & Monetisasi Bikin Kecewa
Sayangnya, di balik kemudahannya, menurut saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi untuk eksplorasinya. Salah satunya adalah sistem toko dan hadiah eksplorasinya.

Leave a Reply