Indotify.com – Seri balap populer Forza Horizon kembali menjadi sorotan, namun kali ini bukan karena fitur terbarunya, melainkan karena insiden kebocoran data yang signifikan.
File preload untuk game yang sangat dinanti, Forza Horizon 6, dilaporkan telah beredar luas di internet sebelum tanggal rilis resminya.
Kebocoran ini pertama kali terendus oleh SteamDB, sebuah situs yang melacak perubahan pada database Steam. Mereka mendeteksi adanya pembaruan pada halaman Steam game tersebut.
Pembaruan tersebut ternyata berisi file preload yang seharusnya terkunci rapat. Namun, karena kesalahan konfigurasi, file-file tersebut diunggah tanpa enkripsi.
Praktik standar industri game adalah mengenkripsi file preload. Tujuannya agar pemain tidak bisa mengakses atau memainkan game sebelum waktunya.
Namun, dalam kasus Forza Horizon 6, kelalaian ini berakibat fatal. Sekitar 155GB data game yang merupakan versi penuh, kini dapat diunduh dan diekstrak oleh siapa saja.
Penyebaran file bajakan ini dengan cepat meluas melalui komunitas pembajakan dan situs-situs berbagi ilegal.
Lebih lanjut, game ini dilaporkan tidak menggunakan sistem proteksi Denuvo. Hal ini membuat versi bajakannya relatif mudah dijalankan tanpa perlu melewati prosedur bypass yang rumit.
Meskipun demikian, versi ilegal ini memiliki keterbatasan yang signifikan.
Fitur online dari game tersebut tidak dapat diakses. Hal ini dikarenakan fitur online memerlukan otentikasi dari server resmi pengembang.
Namun, terlepas dari keterbatasan tersebut, berbagai cuplikan gameplay dari versi bocor ini sudah mulai bermunculan di berbagai platform media sosial.
Hal ini mengindikasikan bahwa banyak pemain yang telah mengunduh dan mencoba versi ilegal tersebut.
Insiden ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Playground Games, developer game ini, serta pihak publisher.
Baca juga: Member SAINT SATINE: Profil dan Latar Belakang Girl Group Baru HYBE
Apalagi, tanggal rilis resmi Forza Horizon 6 dijadwalkan pada 19 Mei 2026.
Bagi pembeli edisi premium, akses awal bahkan sudah bisa dinikmati mulai 15 Mei 2026.
Kini, pemain yang telah membeli game secara resmi berisiko tertinggal dalam hal pengalaman bermain dibandingkan dengan mereka yang mengakses versi ilegal.
Menanggapi situasi ini, pihak developer dilaporkan telah mulai mengambil tindakan tegas.
Mereka memberikan sanksi berat kepada pemain yang terdeteksi mengakses versi bocor.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa akun pemain yang bersangkutan menerima sanksi permanen atau banned jangka panjang.
Bahkan, sanksi tersebut mencakup larangan bermain di seluruh seri game Forza.
Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai keefektifan sistem keamanan dalam distribusi build game sebelum perilisan.
Menariknya, ini bukan kali pertama kebocoran serupa terjadi di tahun ini.
Sebelumnya, kebocoran data yang mirip juga dialami oleh versi PC dari game Death Stranding 2.
Penyebabnya pun serupa, yaitu kegagalan dalam penerapan enkripsi pada file preload.

Leave a Reply