Diorama.id – Industri gim tampaknya masih terus bergulat dengan gelombang restrukturisasi yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Ubisoft menjadi salah satu perusahaan yang turut merasakan dampak gelombang ini, terbukti dari serangkaian pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mereka lakukan dalam kurun waktu belakangan.
Upaya Ubisoft untuk menstabilkan kondisi perusahaan, bahkan hingga menjalin kerja sama dengan Tencent, telah mendorong mereka untuk mengalihkan beberapa kekayaan intelektual (IP) dan membentuk studio baru untuk menaunginya. Konsekuensinya, beberapa karyawan harus terdampak oleh restrukturisasi ini.
Kini, gelombang PHK di Ubisoft kembali terjadi. Langkah ini diambil dengan tujuan menekan biaya operasional dan merapikan struktur perusahaan melalui restrukturisasi yang kesekian kalinya.
PHK Karyawan Ubisoft Kali Ini Lebih Besar dari Restrukturisasi Sebelumnya
Melalui pengumuman internal yang ditujukan kepada para karyawannya, dan dilaporkan oleh Insider Gaming, Ubisoft mengonfirmasi bahwa mereka tengah menjalankan restrukturisasi baru yang berpotensi memengaruhi hingga 380 karyawan di berbagai divisi.
Menurut pernyataan perusahaan, keputusan ini diambil untuk menyederhanakan operasional, mengurangi pengeluaran, dan memperkuat posisi bisnis dalam jangka panjang. Langkah ini merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap portofolio proyek yang sedang berjalan.
Sebagai bagian dari perubahan strategis ini, Ubisoft telah memutuskan untuk menutup studio mereka yang berlokasi di Winnipeg, Kanada, dan Belgrade, Serbia.
Selain itu, Ubisoft juga memulai proses konsultasi terkait restrukturisasi studio mereka di Barcelona. Studio ini akan mengalihkan fokus aktivitasnya untuk mendukung pengembangan gim Rainbow Six. Perubahan serupa juga terjadi di divisi global publishing, yang bertujuan untuk menyesuaikan struktur tim dan mendistribusikan sumber daya secara lebih efektif di berbagai wilayah operasional.
Berdasarkan informasi yang beredar, sekitar 65 karyawan terdampak di Ubisoft Winnipeg dan sekira 100 karyawan di Ubisoft Belgrade, seiring dengan penutupan kedua studio tersebut. Di Barcelona, sekitar 51 posisi disebut terdampak, sementara sekitar 120 staf yang sebelumnya terlibat dalam pengembangan Rainbow Six Siege akan dialihkan dari proyek tersebut.
Divisi Ubisoft San Francisco juga mengalami pengurangan jumlah karyawan, meskipun angka pastinya belum diumumkan secara resmi.
Ubisoft menegaskan bahwa keputusan restrukturisasi ini tidak berkaitan dengan kualitas kerja atau kontribusi para karyawan yang terdampak. Perusahaan menyatakan bahwa tim manajemen di setiap lokasi sedang berkomunikasi langsung dengan para pegawai untuk memberikan informasi yang jelas dan dukungan yang diperlukan selama proses transisi ini berlangsung.
Mengingat kondisi ekonomi yang menantang saat ini, apakah restrukturisasi ini merupakan langkah krusial bagi keberlangsungan Ubisoft dalam jangka panjang?

Leave a Reply