Diorama.id – Dalam beberapa waktu terakhir, NetEase menunjukkan minat besar untuk merambah pasar game AAA single player dengan alokasi dana yang signifikan.
Awalnya, ambisi ini disambut antusias dengan kehadiran studio-studio ternama. Di antaranya adalah studio kreator Yakuza, Toshihiro Nagoshi, Suda51 (terkenal dengan No More Heroes dan Lollipop Chainsaw), Hiroyuki Kobayashi (pengembang Dragon’s Dogma dan seri Resident Evil), serta akuisisi Quantic Dream, pengembang game drama interaktif ternama.
Namun, upaya perusahaan yang lebih dikenal dengan game live service ini tampaknya menghadapi kendala. Berbagai proyek, seperti pemotongan dana untuk Gang of Dragon dan menghilangnya Nagoshi Studio tanpa kabar, menjadi sinyal kekhawatiran bagi para penggemar yang berharap NetEase berani mengambil risiko dalam pengembangan game AAA single player.
Kini, Star Wars Eclipse berpotensi menjadi proyek terbaru NetEase yang terancam dihentikan pendanaannya.
Star Wars Eclipse Terancam, NetEase Pertimbangkan Lepas Quantic Dream?
Sebelumnya, Quantic Dream menyatakan akan tetap melanjutkan pengembangan Star Wars Eclipse dengan dukungan dana dari game MOBA mereka, Spellcasters Chronicles. Namun, game tersebut dilaporkan gagal menarik minat pemain.
Spellcasters Chronicles yang saat ini masih dalam tahap early access dijadwalkan akan ditutup pada 19 Juni 2026. Penutupan ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kelanjutan Star Wars Eclipse. Situasi ini semakin memburuk dengan adanya spekulasi bahwa Quantic Dream mungkin akan dijual oleh NetEase.
Dalam sebuah episode podcast Insider Gaming Weekly, jurnalis Mike Straw melaporkan bahwa Star Wars Eclipse masih berada dalam kondisi development hell, yang menandakan adanya masalah serius dalam proses pengembangannya.
Bahkan, dikabarkan bahwa situasi ini begitu genting hingga NetEase mempertimbangkan untuk melepaskan kepemilikannya atas Quantic Dream.
Menurut laporan tersebut, NetEase sedang gencar mengurangi investasi pada berbagai studio yang mereka akuisisi sebelumnya. Quantic Dream menjadi salah satu studio yang berpotensi terkena dampak, dengan kemungkinan penjualan bisa terjadi sebelum akhir tahun 2026 atau paling lambat di tahun 2027.
Tom Henderson, yang telah beberapa kali melaporkan adanya masalah dalam pengembangan Eclipse sejak beberapa tahun lalu, juga mengonfirmasi bahwa situasi proyek tersebut belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Masalah pendanaan ini semakin rumit. Quantic Dream sebelumnya dilaporkan mengandalkan proyek lain yang belum banyak diketahui publik untuk membiayai Star Wars Eclipse.
Salah satu sumber pendanaan tersebut adalah Spellcasters Chronicles, sebuah game MOBA 3v3 free-to-play yang dirilis dalam tahap early access pada tahun 2025. Namun, proyek ini tidak mendapatkan perhatian yang signifikan dan akan segera dihentikan pada 19 Juni 2026. Hal ini semakin menipiskan sumber pendanaan tambahan bagi Star Wars Eclipse.
Star Wars Eclipse sendiri dirancang sebagai game action-adventure pertama dari Quantic Dream yang menampilkan ciri khas studio tersebut, yaitu narasi bercabang. Game ini dijanjikan akan menghadirkan beragam karakter dan pilihan cerita yang tersebar di berbagai penjuru galaksi Star Wars.
Namun, dengan kondisi pengembangan yang terus menerus tersendat, prediksi perilisan yang sebelumnya diperkirakan baru akan terjadi pada tahun 2027 atau 2028 kini terasa semakin tidak realistis.
Penting untuk dicatat bahwa seluruh informasi ini masih bersifat rumor dan belum ada konfirmasi resmi dari NetEase maupun Quantic Dream.
Namun, jika laporan tersebut terbukti akurat, maka jalan menuju perilisan Star Wars Eclipse tampaknya masih sangat panjang. Bahkan, ada kemungkinan proyek ambisius ini akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari yang dibayangkan oleh para penggemarnya selama ini.
Baca juga: EMPULSE: Game Perang Mirip Titanfall Akhirnya Muncul
Bagaimana menurut Anda? Apakah NetEase benar-benar akan melepas Quantic Dream di masa mendatang?

Leave a Reply