Diorama.id – Ketika membahas One Piece dan segala hal yang berkaitan dengan kuliner, tak terlepas dari karakter utamanya, Monkey D. Luffy, yang dikenal memiliki nafsu makan luar biasa.
Luffy selalu digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya bertambah kuat secara fisik, tetapi juga memiliki selera makan yang tak terpuaskan. Ia mampu melahap porsi makanan dalam jumlah masif dalam satu waktu, sebuah kebiasaan yang bahkan membuat Wapol terheran-heran.
Namun, tampaknya Bandai Namco, pemegang lisensi resmi untuk game-game One Piece, memiliki sudut pandang yang berbeda. Hal ini terlihat dari keputusan mereka untuk mengembangkan game terbaru bertajuk One Piece Grand Gourmet.
Sesuai dengan namanya, One Piece Grand Gourmet adalah sebuah permainan yang berpusat pada dunia makanan. Sebuah konsep yang berpotensi menimbulkan kekacauan jika karakter seperti Luffy turut terlibat di dalamnya.
Akankah Luffy Menghabiskan Semua Hidangan di One Piece Grand Gourmet?
One Piece Grand Gourmet merupakan game simulasi manajemen restoran yang dikembangkan oleh Kairosoft. Permainan ini dijadwalkan rilis pada 22 Oktober 2026 untuk konsol Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch. Versi untuk platform PC melalui Steam, serta untuk perangkat seluler melalui App Store dan Google Play, akan menyusul sehari kemudian, pada 23 Oktober 2026.
Dalam game ini, pemain akan berkolaborasi dengan kru Bajak Laut Topi Jerami untuk mengelola sebuah restoran terapung yang diberi nama Baratie Number Two.
Perjalanan dimulai dari sebuah kapal yang sederhana. Pemain ditugaskan untuk mengumpulkan berbagai bahan makanan, meracik beragam menu hidangan, menata interior restoran, dan mengembangkan bisnis kuliner tersebut hingga menjadi destinasi makanan paling ternama di lautan.
Salah satu daya tarik utama dari permainan ini adalah kehadiran lebih dari 400 karakter ikonik dari semesta One Piece. Karakter-karakter ini ditampilkan dalam gaya seni piksel yang menjadi ciri khas Kairosoft. Mereka tidak hanya berperan sebagai pelanggan, tetapi juga dapat berinteraksi dengan pemain, turut bekerja di restoran, dan memicu berbagai peristiwa unik selama permainan berlangsung.
Dari segi pengembangan menu, pemain akan dibantu oleh Sanji, koki handal dari kru Topi Jerami. Bersama Sanji, pemain dapat menciptakan berbagai hidangan lezat yang terinspirasi dari dunia One Piece. Mulai dari menu populer seperti Water-Water Meat BBQ, hingga resep-resep inovatif yang terinspirasi dari kekuatan Buah Iblis.
Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan restoran, pemain juga akan menemukan resep-resep baru serta peluang bisnis yang muncul dari berbagai wilayah yang dijelajahi.
Fitur kustomisasi menjadi salah satu elemen penting dalam permainan ini. Pemain dapat memilih dari lebih dari 200 jenis furnitur dan dekorasi untuk mendesain restoran impian mereka. Berbagai lokasi legendaris dari One Piece, seperti Whole Cake Island dan Egghead, turut menjadi inspirasi tema interior yang dapat diterapkan untuk menarik jenis pelanggan tertentu dan mengubah mereka menjadi pelanggan setia.
Bagaimana menurut Anda? Apakah One Piece Grand Gourmet akan menjadi pilihan permainan santai Anda ketika dirilis nanti di PC, Nintendo Switch, dan platform mobile?
Baca artikel lainnya dari Ayyadana Akbar melalui tautan ini. Baca seluruh artikel editorial/wawancara/opini/listicle Diorama.id melalui tautan ini, dan baca semua ulasan video game/gadget/teknologi kami melalui tautan ini.
Bergabunglah dengan Komunitas Discord kami melalui tautan ini, Anda dapat bertanya langsung kepada kami atau memberikan komentar tentang artikel dan konten kami di sana dengan menyebutkan admin (nama berwarna merah/oranye), kami tidak dapat menjawab dengan cepat tanpa penyebutan.
Untuk berita terkait video game PC/Konsol, ulasan game, siaran pers, dan segala hal yang berkaitan dengan teknologi gaming/PC, silakan hubungi saya di: [email protected].
Untuk periklanan dan bisnis dengan Diorama.id dan perusahaan induk kami Suaramerdeka.com, silakan kirimkan pertanyaan Anda ke: [email protected] atau periksa tautan ini untuk detail lebih lanjut (jika Anda adalah perusahaan asing, Anda dapat menggunakan Google Translate karena situs tersebut menggunakan bahasa Indonesia).

Leave a Reply