Indotify.com – KONAMI kembali mengejutkan para penggemar seri sepak bola digital mereka dengan sebuah proyek kolaborasi yang tak terduga.
Perusahaan game asal Jepang ini secara resmi meluncurkan adaptasi manga berjudul That Time I Got Reincarnated in PES. Manga ini terinspirasi langsung dari mode permainan legendaris, Master League, yang menjadi favorit di seri eFootball.
Pengumuman resmi mengenai peluncuran manga ini disampaikan KONAMI dalam acara eFootball CONNECT yang diselenggarakan pada tanggal 8 April 2026. Acara tersebut juga dimanfaatkan untuk memaparkan pembaruan versi terbaru game, v5.4.0.
Manga That Time I Got Reincarnated in PES diterbitkan melalui platform Kodansha K MANGA. Jadwal rilis chapter terbarunya ditetapkan setiap hari Rabu. Hingga berita ini diturunkan, dua chapter perdana telah tersedia dan dapat dinikmati oleh para penggemar.
Kehadiran manga ini disambut dengan antusiasme tinggi, terutama dari kalangan pemain lama seri PES. Mereka memiliki ikatan nostalgia yang kuat dengan mode Master League yang ikonik.
Cerita dalam manga ini mengusung konsep yang sangat unik dengan mengadopsi genre isekai. Genre isekai sendiri merupakan subgenre yang sangat populer di kalangan pencinta manga dan anime Jepang.
Alur cerita manga ini berfokus pada seorang protagonis yang mengalami reinkarnasi. Ia terlempar ke dalam dunia Master League, sehingga pengalaman bermain sepak bola virtual terasa seperti sebuah petualangan fantasi.
Berbeda dengan pengalaman bermain game yang biasanya menempatkan pemain sebagai manajer dari luar lapangan, manga ini justru membawa pembaca untuk merasakan langsung dinamika dan keseruan kompetisi sepak bola dari dalam.
Salah satu elemen paling menarik dari manga ini adalah kembalinya klub legendaris We United. Nama tersebut tentu sangat familiar bagi para penggemar setia seri PES.
Klub We United menjadi pusat dari cerita yang disajikan. Manga ini juga menampilkan kembali karakter-karakter legendaris yang pernah menghiasi layar para pemain.
Di antaranya adalah Burchet, seorang winger lincah asal Australia yang terkenal dengan kecepatannya. Ada pula Minanda yang berperan sebagai kapten tim, serta Castolo, salah satu nama yang paling membekas dalam sejarah panjang PES.
Kehadiran tokoh-tokoh ikonik ini tidak hanya memberikan nuansa nostalgia yang kuat bagi penggemar lama, tetapi juga berhasil menyuntikkan daya tarik baru bagi generasi pembaca yang lebih muda.
Narasi dalam manga ini tidak hanya terpaku pada jalannya pertandingan di lapangan hijau. Cerita juga mendalami berbagai aspek lain yang membuat dunia sepak bola terasa hidup.
Manga ini menyoroti dinamika hubungan antar pemain, kehidupan di ruang ganti, elemen humor yang segar, serta berbagai situasi dramatis yang seringkali dibumbui dengan sentuhan berlebihan demi efek komedi.
Pendekatan naratif seperti ini membuat cerita terasa ringan, menghibur, dan menawarkan perspektif yang berbeda dari citra serius yang umumnya melekat pada game simulasi sepak bola.
Proyek manga ini semakin menarik perhatian karena digarap oleh mangaka ternama, Kiminori Wakasugi. Ia dikenal luas berkat karya-karyanya yang populer, termasuk Detroit Metal City.
Gaya visual khas dan sentuhan komedi yang menjadi ciri khas Kiminori Wakasugi diprediksi akan menjadi kekuatan utama dari manga That Time I Got Reincarnated in PES.
Baca juga: Panduan Lengkap Sword X: Cara Farm EXP, Dawnium, Gear & Resource
Kehadiran manga ini juga membuka babak baru bagi eFootball untuk dapat menjangkau audiens yang lebih luas, melampaui komunitas gamer tradisional.

Leave a Reply