Home » Capcom Sukses Tanpa Satu Kreator: Pernyataan Presiden

Capcom Sukses Tanpa Satu Kreator: Pernyataan Presiden

Diorama.id – Dalam beberapa tahun terakhir, sulit membantah bahwa Capcom sedang berada di salah satu periode terbaik dalam sejarahnya.

Mulai dari kebangkitan seri Resident Evil, kesuksesan beruntun Monster Hunter Wilds, hingga berbagai proyek baru yang mendapat sambutan positif, publisher asal Jepang tersebut terlihat mampu menjaga kualitas franchise mereka meski telah berjalan selama puluhan tahun.

Di saat banyak perusahaan game kesulitan mempertahankan identitas seri ketika kreator utamanya pergi, Capcom justru terlihat semakin stabil.

Ternyata menurut Presiden dan COO Capcom, Haruhiro Tsujimoto, rahasia ini berasal dari perubahan besar dalam filosofi pengembangan game yang mereka lakukan bertahun-tahun lalu.

Kerjasama Kolektif Tanpa Visi yang Dipegang Satu Orang Jadi Kunci Kesuksesan Capcom

Dalam wawancara terbarunya dengan Famitsu, Tsujimoto menjelaskan bahwa di zaman dulu, Capcom juga menggunakan pendekatan yang umum ditemukan di industri game, yaitu menjadikan sebuah franchise sangat bergantung pada satu kreator utama.

Akibatnya, arah seri dan kelanjutan game sering kali bergantung pada visi individu tersebut. Jika sang kreator tidak lagi terlibat, masa depan franchise bisa menjadi tidak pasti.

Menurut Tsujimoto, Capcom akhirnya menyadari bahwa pendekatan tersebut memiliki keterbatasan, terutama untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan franchise dalam jangka panjang. Karena itu mereka mengambil keputusan besar untuk meninggalkan model pengembangan berbasis individu dan beralih ke sistem yang berfokus pada tim.

Alih-alih membiarkan satu orang menjadi pusat sebuah seri, setiap proyek kini dibangun dan dikembangkan secara kolektif. Pengetahuan, pengalaman, dan filosofi desain yang diperoleh selama pengembangan kemudian diwariskan ke generasi developer berikutnya. Dengan cara ini, sebuah franchise tidak akan kehilangan identitasnya hanya karena pergantian personel.

Tsujimoto juga menambahkan bahwa banyak developer Capcom saat ini merupakan fans game Capcom sejak sebelum mereka bergabung dengan perusahaannya. Hal tersebut membuat nilai dan karakter setiap IP secara alami diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebagai contoh terbaru, ia menunjuk Pragmata sebagai representasi filosofi baru Capcom. Game yang dirilis pada 2026 tersebut disebut lahir dari kolaborasi tim secara menyeluruh, bukan visi satu kreator tertentu.

Menurut Tsujimoto, kekuatan terbesar Capcom saat ini bukan berada pada individu, melainkan kemampuan seluruh divisi, mulai dari pengembangan, pemasaran, hingga promosi, untuk bekerja bersama sebagai satu tim.

Filosofi inilah yang ia yakini menjadi alasan mengapa franchise-franchise Capcom mampu terus bertahan dan berkembang selama puluhan tahun.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *