Home » Perjalanan di “Neverness to Everness” Terasa Berat

Perjalanan di “Neverness to Everness” Terasa Berat

Perjalanan di "Neverness to Everness" Terasa Berat

Indotify.com – Permainan balap dalam *Neverness to Everness* menawarkan berbagai macam aktivitas yang dapat menyita waktu pemain, mulai dari kegiatan memancing yang santai hingga mengelola kafe yang rumit. Di antara beragam pilihan tersebut, balapan menjadi daya tarik utama bagi para penggemar kecepatan. Bagi penulis, yang memiliki kecintaan mendalam pada genre game balap, mulai dari *arcade* hingga *simracing*, pengalaman di *Neverness to Everness* ternyata menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal melakukan *drift*.

Kemampuan untuk melakukan *drift* ala Takumi dari *Initial D* di jalur pegunungan memang menjadi salah satu fitur menarik. Namun, banyak pemain yang merasakan kesulitan saat mencoba melakukan *drift* di dalam game ini. Ternyata, ada beberapa alasan teknis dan mekanis di balik pengalaman tersebut.

  • Drift di Neverness to Everness terasa sulit karena kombinasi kontrol gas, handbrake, dan arah kemudi yang tidak biasa, terutama bagi pemain mobile.

  • Framerate tinggi seperti 60fps atau 120fps membuat mobil sulit menjaga drift stabil, sehingga pemain disarankan mengunci framerate di 30fps.

  • Pemilihan mobil sangat berpengaruh terhadap kemampuan drift; beberapa model seperti Regalia Pursuit V8 cenderung understeer dan sulit dikendalikan.

Salah satu aspek yang membuat *drift* terasa sulit adalah cara eksekusi kontrolnya yang cukup unik. Untuk menginisiasi manuver ini, pemain perlu menekan tombol handbrake sambil membelokkan setir ke arah tikungan. Namun, yang membingungkan adalah, pemain juga harus tetap mempertahankan tekanan pada pedal gas atau throttle secara bersamaan.

Kombinasi ini terasa tidak intuitif, terutama bagi pemain yang terbiasa dengan mekanika *drift* di game balap lain. Akibatnya, mobil seringkali mengalami *understeer*, yaitu kecenderungan mobil untuk tetap lurus meskipun setir sudah dibelokkan, sehingga manuver *drift* menjadi sulit untuk dieksekusi dengan mulus.

Bagi pemain di platform mobile, tantangan ini semakin besar karena keterbatasan kontrol sentuh. Disarankan untuk menggunakan teknik *claw* pada tangan kanan, di mana satu jari digunakan untuk menahan tombol maju (*forward*) dan jari lainnya untuk menekan tombol handbrake. Hal ini bertujuan agar pemain dapat menjaga konsistensi saat melakukan *drift*.

Faktor lain yang cukup mengejutkan dan memengaruhi kemudahan melakukan *drift* adalah pengaturan framerate. Ternyata, kecepatan tampilan visual dalam game ini memiliki dampak signifikan pada fisika mobil, termasuk kemampuan *drift*.

Baca juga: 7 Bintang Thailand dan Jepang dalam Proyek Cloud Dream

Beberapa game balap memang memiliki ketergantungan pada framerate untuk stabilitasnya. Sebagai contoh, *Need for Speed Rivals* dirancang untuk berjalan optimal pada 30fps. Jika dipaksakan pada 60fps, kecepatan permainan bisa berlipat ganda, yang tentu mengganggu pengalaman bermain.

Dalam kasus *Neverness to Everness*, pengaturan framerate di atas 30fps justru menyulitkan mobil untuk mempertahankan traksi saat melakukan *drift*. Pada 60fps, misalnya, *drift* akan cenderung lebih cepat berakhir karena mobil akan berusaha keras untuk kembali ke kondisi *grip* normal.

Situasi menjadi lebih ekstrem jika framerate ditingkatkan hingga 120fps. Pada tingkat ini, mobil akan menjadi sangat sulit untuk diajak *drift*. Oleh karena itu, para pemain yang ingin menguasai teknik *drift* disarankan untuk mengunci pengaturan framerate pada 30fps demi stabilitas dan kemudahan dalam melakukan manuver tersebut selama balapan.

Pemilihan mobil juga menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan. Berbagai jenis mobil tersedia dalam *Neverness to Everness*, masing-masing dengan karakteristik unik terkait akselerasi, kecepatan tertinggi, dan kemudahan saat berbelok. Namun, secara mendasar, model *handling* di dalam game ini terbilang cukup sederhana.

Meskipun demikian, perbedaan antar mobil tetap terasa. Salah satu contoh mobil yang dianggap kurang optimal adalah Regalia Pursuit V8, yang dibanderol dengan harga 4 juta Fons. Mobil ini dikenal sangat sulit untuk dikendalikan saat mengambil tikungan, dan cenderung mengalami *understeer* yang dominan saat mencoba melakukan *drift*.

Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat adalah langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam melakukan *drift*. Penulis menyarankan agar pemain yang tertarik pada mobil tertentu sebaiknya melakukan uji coba terlebih dahulu di pusat merek mobil tersebut dalam permainan. Dengan begitu, pemain dapat merasakan langsung bagaimana performa mobil tersebut, terutama dalam hal *handling* dan kemampuannya untuk bermanuver.

Neverness to EvernessApakah mobil di Neverness to Everness bisa drift?

Ya, tombol handbrake disediakan untuk membantumu drift.

Mobil apa yang dianggap sebagai opsi terbaik namun dengan harga terjangkau?

Saat ini, Regalia Griffin diangga sebagai opsi mobil balap yang solid, terlebih dengan harga yang terjangkau.

Kenapa drift di Neverness to Everness terasa begitu sulit?

Sejatinya, ada banyak faktor, dari karakteristik handling yang bergantung pada framerate, cara eksekusi drift, hingga opsi mobil yang kamu pilih.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *