Diorama.id – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam industri game semakin tak terhindarkan. Setelah digunakan untuk membantu pembuatan aset, animasi, dan pengujian game, teknologi ini kini diintegrasikan langsung ke dalam game engine.
Meskipun memicu perdebatan di kalangan profesional kreatif dan berpotensi memengaruhi lapangan kerja, banyak perusahaan melihat AI sebagai alat untuk mempercepat proses produksi. Hal ini penting mengingat produksi video game membutuhkan biaya yang sangat besar dan proses yang kompleks.
Salah satu perusahaan yang mengadopsi pendekatan ini adalah Epic Games melalui Unreal Engine 6 (UE6), yang sebelumnya telah diperkenalkan dalam konteks Rocket League.
AI Generatif Menjadi Pilar Utama Unreal Engine 6
Dalam acara State of Unreal yang diselenggarakan di Chicago, Epic Games akhirnya mengumumkan fitur-fitur Unreal Engine 6 yang akan melanjutkan kesuksesan Unreal Engine 5.
Menurut Epic Games, fokus utama UE6 bukan hanya peningkatan kualitas grafis, tetapi juga perubahan fundamental dalam cara developer membuat, mengelola, dan mengembangkan game. Dalam dua tahun ke depan, Epic Games berencana untuk menyatukan jalur pengembangan UE5 dengan Unreal Editor for Fortnite ke dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi.
Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fondasi UE6. Pertama adalah penggunaan bahasa pemrograman Verse yang akan semakin ditekankan dalam pengembangan gameplay. Kedua adalah sistem yang memungkinkan perpindahan dan penggunaan kode serta konten antarproyek menjadi lebih mudah. Ketiga, dan yang paling menarik perhatian, adalah integrasi AI generatif.
Epic Games mengonfirmasi bahwa UE6 akan mendukung berbagai model AI, termasuk Claude dan Gemini. AI ini dirancang sebagai alat bantu produktivitas untuk menangani tugas-tugas teknis yang berulang dan memakan waktu.
Beberapa contoh penggunaan AI yang diperlihatkan meliputi pembuatan level, penataan rig karakter, sistem partikel, skinning, hingga penyesuaian pencahayaan. Ini menunjukkan potensi besar AI dalam menyederhanakan proses kreatif yang rumit.
Dalam sebuah demonstrasi, Epic Games memperlihatkan bagaimana developer dapat menggunakan perintah berbasis bahasa alami untuk mendekorasi apartemen virtual dengan aset yang tersedia di pustaka. AI juga mampu mengubah suasana sebuah kota secara instan, misalnya dengan beralih dari siang ke malam atau menyesuaikan pencahayaan berdasarkan gambar referensi.
Meskipun demikian, Epic Games menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan developer. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat pekerjaan, sementara kendali kreatif sepenuhnya tetap dipegang oleh para pembuat game.
Epic Games menargetkan perilisan early access Unreal Engine 6 pada akhir tahun 2027. Versi finalnya diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan setelahnya.

Leave a Reply