Home » [Ulasan Ulang] Horizon Zero Dawn: Mahakarya Open World PlayStation

[Ulasan Ulang] Horizon Zero Dawn: Mahakarya Open World PlayStation

[Ulasan Ulang] Horizon Zero Dawn: Mahakarya Open World PlayStation

Indotify.com – Dalam rubrik [Re:Play] kali ini, kita akan kembali mengenang salah satu ikon game open-world dari PlayStation, yaitu Horizon Zero Dawn.

Dirilis pada tahun 2017, game ini hadir di saat formula open-world mulai terasa jenuh. Peta yang luas, musuh yang tersebar, dan misi yang berulang sudah menjadi ciri khas banyak game saat itu.

Namun, Guerrilla Games berhasil memecah kebosanan ini dengan memperkenalkan sebuah Intellectual Property (IP) baru yang segar. Baik dari segi visual, tema cerita, hingga pendekatan gameplay, Horizon Zero Dawn menawarkan sesuatu yang berbeda.

Hampir satu dekade berlalu, game ini tetap relevan dan layak disebut sebagai salah satu yang membentuk identitas modern PlayStation.

Intinya Sih:

  • Pada masanya, Horizon Zero Dawn mendefinisikan ulang standar game open-world modern dengan cerita yang kuat dan eksplorasi yang mendalam.

  • Desain visualnya yang memukau, kualitas grafis yang tinggi, ritme eksplorasi yang seimbang, serta sistem pertarungan yang revolusioner, semuanya masih terasa solid hingga kini.

  • Meskipun memiliki beberapa kekurangan yang umum pada masanya, Horizon Zero Dawn tetap menjadi contoh kesuksesan IP baru yang mampu memberikan dampak signifikan pada genre open-world.

Di masa depan yang digambarkan dalam Horizon Zero Dawn, peradaban manusia yang kita kenal telah lenyap.

Dunia kembali ke kondisi yang lebih primitif, di mana manusia hidup dalam kelompok-kelompok suku dengan kepercayaan dan tradisi mereka sendiri.

Sisa-sisa teknologi dari masa lalu terkubur sebagai reruntuhan yang hampir terlupakan.

Melalui karakter pemburu muda bernama Aloy, pemain diajak memasuki dunia pasca-apokaliptik ini.

Aloy tumbuh dengan banyak pertanyaan tentang identitasnya, tentang dunia tempat ia hidup, dan tentang mesin-mesin raksasa berbentuk hewan yang menguasai alam liar.

Perjalanan Aloy dimulai dari konflik personal yang mendasarinya, yaitu rasa penasaran akan jati dirinya.

Perlahan, rasa penasaran ini membawanya pada misteri yang lebih besar: apa yang sebenarnya terjadi pada peradaban lama dan bagaimana dunia ini bisa berubah sedrastis ini.

Alur cerita Horizon Zero Dawn berkembang secara bertahap, tanpa harus memaksakan dialog yang panjang untuk pendalaman karakter.

Momen-momen “aha!” sering kali datang dari eksplorasi kecil, seperti penemuan rekaman audio, terminal data yang rusak, atau sekadar mengunjungi lokasi-lokasi tersembunyi.

Narasi tentang kejatuhan peradaban, kesalahan manusia, dan warisan teknologi terasa relevan bahkan hingga saat ini.

Terutama di era ketika isu kecerdasan buatan (AI) dan keberlanjutan lingkungan menjadi topik perbincangan global.

Secara visual, dunia open-world dalam Horizon Zero Dawn dirancang dengan fokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Baca juga di sini: 10 Lokasi Nyata yang Menjadi Inspirasi Forza Horizon 6

Variasi biome, desain reruntuhan yang detail, hingga Cauldron sebagai penjara bawah tanah tematik, semuanya memberikan ritme eksplorasi yang memikat.

Meskipun grafis Horizon Zero Dawn mungkin tidak lagi menjadi yang terdepan secara teknologi, arah artistiknya membuat game ini menua dengan anggun.

Keunikan utama terletak pada bagaimana Guerrilla Games menerjemahkan dunia yang hancur dengan kehadiran mesin-mesin yang berkeliaran di alam bebas.

Desain mesin yang unik ini memiliki dampak langsung pada sistem pertarungan.

Pemain dituntut untuk mengamati komponen mesin, melepaskan pelindung, dan mengeksploitasi kelemahan pada bagian-bagian tertentu.

Misalnya, melawan mesin seperti Sawtooth atau Stormbird memerlukan pendekatan yang berbeda-beda.

Proses mencoba, gagal, dan akhirnya menemukan strategi yang tepat menjadi bagian dari keseruan bermain.

Hingga kini, sistem pertarungan ini masih terasa solid dan memuaskan.

Tentu saja, ada beberapa elemen yang kini terasa sebagai “produk zamannya”.

Struktur misi sampingan masih mengikuti pola fetch quest klasik, di mana pemain diminta mengambil atau mengantarkan sesuatu.

Sistem dialog pilihan yang tersedia juga tidak memberikan dampak signifikan pada alur cerita utama.

Namun, kekurangan-kekurangan tersebut tidak cukup besar untuk menutupi pencapaian keseluruhan game ini.

Melalui sudut pandang nostalgia, Horizon Zero Dawn adalah bukti nyata bagaimana sebuah IP baru dapat langsung bersaing dengan franchise besar.

Game ini tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga meninggalkan jejak yang jelas dalam desain game open-world modern.

Verdict Re:Play:

Horizon Zero Dawn adalah game yang tidak hanya layak dikenang, tetapi juga masih sangat layak untuk dimainkan ulang.

Ia menjadi fondasi yang kuat bagi sebuah franchise besar dan menandai era baru bagi PlayStation dalam genre open-world.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *