Indotify.com – Moonton Games, pengembang game populer Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), mengumumkan sebuah perubahan signifikan dalam peta jalan kompetisi esports mereka untuk tahun 2026. Sebuah visi baru bernama “Two Champions, One Game” diperkenalkan, yang bertujuan untuk menyetarakan status dua turnamen utama MLBB, yaitu MLBB Mid Season Cup (MSC) dan MLBB Women’s International (MWI), menjadi kejuaraan dunia yang berdiri sejajar.
Langkah ini menandai evolusi penting dalam ekosistem esports MLBB, tidak hanya memperluas cakupan kompetisi internasional tetapi juga meningkatkan profil turnamen wanita secara global.
Sejak pertama kali dirilis, MLBB telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan kini menjadi salah satu game mobile terbesar di dunia. Angka yang dicapai game ini sangat mengesankan, dengan lebih dari 1,5 miliar unduhan dan sekitar 110 juta pengguna aktif bulanan (MAU) di seluruh dunia.
Popularitas MLBB tidak hanya terbatas pada jumlah pemain, tetapi juga terbukti di kancah kompetitif. Data dari Esports Charts menempatkan MLBB sebagai judul esports mobile yang paling banyak ditonton secara global sejak tahun 2021, sebuah pencapaian yang menegaskan dominasinya di panggung internasional.
Salah satu sorotan utama dari pengumuman ini adalah transformasi MLBB Women’s Invitational menjadi MLBB Women’s International (MWI). Perubahan nama ini bukan sekadar formalitas, melainkan penanda dimulainya era baru bagi kejuaraan dunia esports wanita yang sepenuhnya bersifat global.
Pada gelaran Esports World Cup (EWC) 2026, MWI akan menyajikan edisi terbesarnya. Turnamen ini akan membuka pintu kualifikasi secara terbuka di lebih dari 60 wilayah, yang mencakup debut kualifikasi di Eropa Barat.
MWI didesain untuk menjadi panggung bagi para atlet esports wanita dari berbagai penjuru dunia, memberikan kesempatan untuk membangun karier profesional sekaligus bersaing memperebutkan total hadiah senilai US$500.000.
Ray Ng, Head of Global Esports Ecosystem di Moonton Games, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan respons terhadap pertumbuhan pesat yang telah dicapai oleh MWI. Ia menekankan bagaimana turnamen yang awalnya dimulai sebagai undangan kini telah bertransformasi menjadi sebuah jalur kualifikasi global.
“Evolusi MWI menjadi MLBB Women’s International mencerminkan kondisi ekosistem saat ini. Apa yang dimulai sebagai turnamen undangan kini berkembang menjadi jalur kualifikasi global,” ujar Ray Ng.
Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2024, tim-tim wanita telah memperoleh tempat mereka melalui proses kualifikasi regional, bukan lagi sekadar undangan. Hal ini menjadi katalisator bagi MWI untuk berkembang dari sekadar turnamen regional menjadi kompetisi global berskala penuh.
Lebih lanjut, Ray Ng mengungkapkan bahwa MLBB berhasil mendominasi daftar lima besar turnamen esports wanita yang paling banyak ditonton sepanjang masa, dengan menyumbang empat posisi. Hal ini menunjukkan antusiasme dan dukungan yang kuat dari komunitas terhadap skena kompetitif wanita.
Sementara itu, MLBB Mid Season Cup (MSC) juga tidak ketinggalan dalam hal ekspansi. Pada EWC 2026, MSC akan membuka jalur kualifikasi bagi tim-tim dari beberapa wilayah baru untuk pertama kalinya.
Wilayah-wilayah baru yang kini memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam MSC meliputi India, Thailand, Korea Selatan, dan Eropa Barat.
Langkah ini mencerminkan komitmen Moonton Games yang kuat untuk memperluas akses bagi lebih banyak tim dan pemain agar dapat merasakan atmosfer kompetisi esports global.
Popularitas MLBB di ajang Esports World Cup juga terkonfirmasi melalui data penonton. Laporan dari Esports Charts menunjukkan bahwa EWC 2025 mencatat angka penonton yang sangat tinggi untuk kedua turnamen MLBB yang diselenggarakan.
MSC bahkan berhasil mencatatkan sejarah sebagai turnamen paling banyak ditonton dalam sejarah EWC, dan menjadi yang pertama kali berhasil menembus angka 3 juta peak concurrent viewers (PCV).
Sementara itu, MWI juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencapai 496.995 PCV. Turnamen ini juga menjadi kompetisi esports wanita pertama yang mampu melampaui 100.000 average concurrent viewers (ACV).
Perkembangan MWI juga terlihat dari munculnya tim-tim wanita yang semakin kuat di kancah esports. Salah satu tim yang patut diperhitungkan adalah Team Vitality, yang merupakan juara bertahan MWI. Pada tahun 2025, tim ini berhasil meraih gelar juara dunia ketiganya tanpa terkalahkan sepanjang turnamen internasional.
Salah satu pemain kunci dari tim tersebut, Vivi “Vivian” Indrawaty, telah mencetak sejarah pada MWI 2024. Ia menjadi atlet esports wanita MLBB pertama yang tampil di panggung megah Sphere di Las Vegas.
Kisah perjalanan tim ini bahkan telah diangkat ke layar lebar melalui sebuah dokumenter berjudul Level Up yang tayang di platform Amazon Prime Video.
Dengan MSC dan MWI yang kini diposisikan sebagai dua kejuaraan dunia paralel, MLBB berupaya membangun sebuah narasi kompetisi yang lebih inklusif dan terintegrasi.
Kedua turnamen ini secara kolektif akan menawarkan prize pool sebesar US$3.500.000, menjadikannya salah satu hadiah terbesar yang pernah ada untuk satu judul esports dalam gelaran Esports World Cup.
Ray Ng menjelaskan bahwa konsep “Two Champions, One Game” merupakan strategi yang disengaja untuk menyatukan ekosistem kompetitif MLBB. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah narasi esports tunggal di mana kesuksesan murni ditentukan oleh performa di medan pertempuran, bukan oleh kategori kompetisi.
Sebelumnya, pada saat Grand Final MLBB World Championship M7, Moonton Games juga telah merilis peta jalan MLBB Esports Roadmap 2026. Peta jalan ini membagi ekosistem MLBB ke dalam lima wilayah utama, yaitu Asia Tenggara (SEA), Eropa Timur & Asia Tengah (EECA), Eropa, Timur Tengah & Afrika (EMEA), Asia Timur (EA), dan Amerika (AMER).
Setiap wilayah akan mendapatkan dukungan infrastruktur kompetitif dan jalur pengembangan talenta yang disesuaikan dengan karakteristik lokal, namun tetap terhubung dalam jaringan global MLBB.
Sebagai bagian dari ekspansi internasional ini, MLBB juga akan mencatat sejarah dengan menyelenggarakan MLBB World Championship M8 di Turki. Ini menandai pertama kalinya turnamen dunia MLBB diselenggarakan di benua Eropa.
Melalui serangkaian inisiatif ini, Moonton Games menegaskan ambisinya untuk terus memperluas jangkauan dan pengaruh MLBB sebagai salah satu ekosistem esports mobile terkemuka di dunia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ):
- Apa yang dimaksud dengan konsep “Two Champions, One Game” dalam MLBB Esports?
Konsep “Two Champions, One Game” adalah visi baru dari Moonton Games yang menempatkan MLBB Mid Season Cup (MSC) dan MLBB Women’s International (MWI) sebagai dua kejuaraan dunia paralel. Kedua turnamen ini memiliki status kompetitif yang setara di panggung internasional dalam ekosistem Mobile Legends: Bang Bang. - Apa perubahan paling signifikan pada turnamen MWI di Esports World Cup 2026?
Perubahan terbesar adalah rebranding dari MLBB Women’s Invitational menjadi MLBB Women’s International (MWI). Turnamen ini kini bertransformasi menjadi kejuaraan global dengan sistem kualifikasi terbuka yang menjangkau lebih dari 60 wilayah, serta menawarkan total hadiah sebesar US$500.000. - Wilayah baru mana saja yang kini memiliki jalur kualifikasi MSC di EWC 2026?
Pada Esports World Cup 2026, MSC akan memperluas cakupan globalnya dengan membuka jalur kualifikasi bagi tim-tim dari India, Thailand, Korea Selatan, dan Eropa Barat untuk pertama kalinya. - Di mana MLBB World Championship M8 dijadwalkan akan diselenggarakan?
Turnamen MLBB World Championship M8 akan diselenggarakan di Turki. Ini merupakan momen bersejarah karena menjadi kali pertama kejuaraan dunia MLBB diadakan di kawasan Eropa.

Leave a Reply