Home » Lenovo: Harga RAM Takkan Normal, Ini Penjelasannya

Lenovo: Harga RAM Takkan Normal, Ini Penjelasannya

Diorama.id – Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) telah menjadi fenomena global yang merambah ke berbagai sektor industri teknologi. Kehadiran AI yang semakin dominan mendorong perusahaan-perusahaan teknologi untuk berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur pendukungnya.

Banyak perusahaan teknologi kini tengah berupaya mengejar ketertinggalan dari para pionir seperti NVIDIA dan OpenAI, yang telah lama mengembangkan teknologi AI. Salah satu langkah krusial yang mereka ambil adalah dengan mengakuisisi memori dalam jumlah besar dari produsen yang produksinya masih terbatas. Pembelian masif ini dilakukan untuk membangun pusat data (data center) yang memadai bagi kebutuhan AI.

Dampak langsung dari tingginya permintaan ini sangat terasa pada harga komponen komputer. Harga RAM, serta komponen lain yang membutuhkan memori seperti SSD, dilaporkan mengalami lonjakan signifikan. Keterbatasan pasokan yang tidak mampu mengimbangi kebutuhan konsumen menjadi penyebab utama melambungnya harga komponen-komponen vital ini.

Sebelumnya, berbagai prediksi dari para ahli menyebutkan bahwa tren kenaikan harga ini diperkirakan akan berlangsung hingga tahun 2030. Artinya, harga RAM diprediksi tidak akan kembali ke level normal setidaknya hingga dekade ini berakhir. Namun, pandangan yang sedikit berbeda datang dari Lenovo, salah satu produsen laptop terkemuka. Tahun lalu, Lenovo sempat menyatakan bahwa harga RAM kemungkinan besar tidak akan pernah kembali ke level normal seperti sedia kala.

Harga RAM: Menuju ‘New Normal’ yang Lebih Tinggi Akibat Dominasi AI

Melansir dari ComputerBase.de, Direktur Eksekutif Lenovo, Martin Hiegl, dalam pernyataannya di ajang ISC 2026, mengklarifikasi bahwa laporan-laporan sebelumnya mengenai kenaikan harga RAM mungkin sedikit dilebih-lebihkan.

Hiegl menjelaskan lebih lanjut bahwa maksud dari pernyataan harga RAM ‘tidak akan’ kembali normal adalah bahwa harga tersebut tidak akan mengalami penurunan drastis seperti yang sering terjadi di masa lalu, setidaknya dalam lima tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi kini merupakan sebuah tren yang sulit untuk dibantah.

Harga RAM diprediksi akan naik drastis / Credits: ComputerBase.de

Harga RAM diprediksi akan naik drastis / Credits: ComputerBase.de

Menurut pandangannya, ‘normal baru’ untuk harga RAM akan mulai terbentuk pada tahun 2030. Pada titik tersebut, harga RAM diprediksi akan berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang kita lihat pada tahun 2024 dan 2025.

Meskipun ini masih sebatas perkiraan, Hiegl menekankan bahwa estimasi ini telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk rencana pengoperasian pabrik-pabrik memori baru yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2028.

Prediksi kenaikan harga memori ini sejalan dengan klaim dari Microsoft. Perusahaan raksasa perangkat lunak ini memperkirakan bahwa harga memori akan meningkat lebih dari 2,5 kali lipat pada tahun ini, dan berpotensi meningkat dua kali lipat lagi pada akhir tahun depan.

Fenomena kenaikan harga memori ini pada dasarnya disebabkan oleh persaingan ketat di antara perusahaan-perusahaan teknologi besar. Dengan sumber daya finansial yang melimpah, mereka berebut untuk mendapatkan pasokan memori yang ada, yang notabene juga merupakan komponen penting bagi konsumen umum.

Saat ini, hampir seluruh pabrik produsen memori dilaporkan kewalahan dalam memenuhi permintaan yang melonjak dari perusahaan-perusahaan teknologi. Permintaan ini secara spesifik ditujukan untuk mendukung pembangunan pusat data yang krusial bagi pengembangan AI.

Namun, upaya untuk mengatasi lonjakan permintaan memori ini sebenarnya telah mulai digalakkan sejak beberapa waktu lalu. Pembangunan pabrik-pabrik memori baru sedang gencar dilakukan, dan diperkirakan seluruhnya akan mulai beroperasi pada tahun 2028.

Meski begitu, belum ada kepastian apakah penambahan kapasitas produksi ini akan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan perusahaan teknologi raksasa dan permintaan dari konsumen individual. Ada kemungkinan bahwa kondisi pasar memori akan tetap ketat, bahkan setelah pabrik-pabrik baru beroperasi.

Melihat tren kenaikan harga perangkat keras ini, pertanyaan besar muncul di benak para konsumen. Apakah lebih bijak untuk segera melakukan pembelian sekarang meskipun harganya sedang tinggi, ataukah lebih baik untuk bersabar menunggu hingga tahun 2030, dengan harapan harga akan kembali stabil, meskipun pada level yang baru?

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *