Home » Konten AI TikTok 60%: Anak Jadi Sasaran Utama!

Konten AI TikTok 60%: Anak Jadi Sasaran Utama!

Indotify.com – Kemajuan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi cara konten dibuat, membuatnya lebih mudah dan terjangkau. Namun, kemudahan ini juga melahirkan kekhawatiran baru: membanjirnya konten otomatis berkualitas rendah di media sosial yang berpotensi memengaruhi jutaan pengguna muda.

Sebuah laporan terkini dari Kapwing menyoroti betapa besarnya peran konten berbasis AI dalam rekomendasi platform populer. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hampir 60% video yang muncul di akun TikTok baru dikategorikan sebagai “AI slop”.

Istilah “AI slop” merujuk pada video yang diproduksi secara massal menggunakan AI, namun memiliki kualitas yang rendah, minim orisinalitas, dan sering kali hanya berfokus pada peningkatan jumlah penayangan. Konten semacam ini umumnya terdiri dari cerita yang tidak masuk akal, animasi sederhana, atau video dengan narasi yang dihasilkan secara otomatis, diproduksi dengan cepat tanpa sentuhan kreatif manusia yang signifikan.

Studi Kapwing menganalisis lebih dari 10.000 video TikTok dari 20 kategori berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa kategori konten anak-anak menjadi segmen yang paling banyak dibanjiri oleh video AI. Sebaliknya, kategori seperti kebugaran dan mode menunjukkan proporsi konten AI yang jauh lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh sifat kedua kategori tersebut yang masih sangat bergantung pada aktivitas fisik nyata, demonstrasi langsung, dan kehadiran kreator di depan kamera.

Fenomena serupa juga terdeteksi di YouTube Shorts. Meskipun tidak mencapai angka sebesar TikTok, sekitar 21% video yang direkomendasikan kepada pengguna platform ini dibuat menggunakan AI.

Dominasi konten AI yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai kualitas informasi dan pengalaman pengguna, terutama bagi anak-anak yang merupakan kelompok paling rentan. Jika tren ini berlanjut tanpa pengawasan yang memadai, media sosial berisiko berubah menjadi lautan konten otomatis yang mengutamakan kuantitas di atas kualitas dan nilai kreatif, yang seharusnya menjadi pilar utama dunia digital.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *