Indotify.com – Setelah menuai beragam kritik sejak pertama kali dirilis, Sid Meier’s Civilization VII akhirnya mendapatkan salah satu update terbesar yang merubah jalannya pemain mengatur peradaban. Firaxis Games bersama 2K kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menyempurnakan pengalaman bermain melalui pembaruan besar bertajuk Test of Time (Update versi 1.4.0), yang menghadirkan fitur-fitur baru sekaligus menjawab keluhan para pemain.
Saat pertama kali diperkenalkan, Sid Meier’s Civilization VII mencoba membawa pendekatan baru lewat sistem Age, di mana pemain diwajibkan berganti peradaban setiap kali memasuki transisi zaman berikutnya. Firaxis saat itu ingin memberikan pengalaman yang lebih dinamis dengan memperlihatkan evolusi sebuah bangsa dari masa ke masa. Namun, perubahan tersebut justru dianggap menghilangkan salah satu identitas utama seri Civilization yang selama puluhan tahun memungkinkan pemain membangun dan mengembangkan satu peradaban dari awal hingga akhir permainan.
Oleh karena itu, sorotan utama pembaruan Test of Time adalah hadirnya opsi yang memungkinkan pemain mempertahankan satu peradaban yang sama sepanjang permainan, tanpa harus berganti ketika memasuki era baru. Fitur tersebut menjadi jawaban atas kritik yang terus bermunculan sejak Sid Meier’s Civilization VII diluncurkan sekitar satu setengah tahun lalu.
Melalui Test of Time Update, Firaxis akhirnya memberikan kebebasan kepada pemain untuk memilih apakah ingin mengikuti sistem pergantian peradaban atau tetap memainkan satu peradaban yang sama hingga permainan berakhir. Namun apakah perubahan ini benar-benar memanjakan pemain? Apakah ada hal-hal yang hilang atau berubah dengan adanya pembaruan yang satu ini?
Kebebasan dan Kemenangan yang Lebih Logis
Tidak hanya mengubah sistem pergantian peradaban, pembaruan Test of Time juga merombak berbagai pondasi gameplay Sid Meier’s Civilization VII. Firaxis tidak sekadar memperbaiki fitur yang menuai kritik, tetapi juga mendesain ulang cara pemain menentukan arah menentukan peradabannya. Hasilnya adalah pengalaman bermain yang terasa lebih fleksibel, di mana setiap keputusan memiliki dampak nyata terhadap perjalanan sebuah bangsa dari awal hingga akhir permainan.

Setiap transisi zaman kamu bisa tetap memilih peradaban yang sudah kamu pilih
Filosofi tersebut paling terasa saat memasuki transisi antar zaman. Kini pemain diberikan kebebasan yang lebih besar untuk menentukan bagaimana peradabannya berkembang sesuai strategi yang sedang dibangun. Pilihan yang tersedia tidak lagi terasa memaksa pemain keluar dari jalur permainan yang telah direncanakan. Sebaliknya, setiap transisi menjadi kesempatan untuk memperkuat identitas peradaban, baik melalui pendekatan militer, ekonomi, maupun budaya. Hadirnya perubahan tersebut membuat kemenangan tidak lagi ditentukan oleh satu aktivitas tertentu di akhir permainan, melainkan menjadi hasil dari serangkaian keputusan strategis yang konsisten sejak awal.
Perubahan tersebut paling terlihat pada jalur kemenangan ekonomi. Jika sebelumnya pemain harus berlomba mengumpulkan Treasure Fleet, kini kemenangan ekonomi ditentukan oleh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) peradaban. Nilai GDP akan meningkat secara organik melalui pengelolaan sumber daya, pembangunan fasilitas penghasil emas, jalur perdagangan, hingga pengembangan industri. Dengan kata lain, kekuatan ekonomi dibangun sedikit demi sedikit sepanjang permainan, bukan sekadar dikejar menjelang akhir pertandingan.

Kemenangan kini ditentukan diawal permainan lewat leaderboard
Konsep serupa juga diterapkan pada kemenangan budaya. Fokus utamanya kini bergeser ke tingkat pariwisata yang dihasilkan sebuah peradaban melalui pembangunan keajaiban dunia, penyelenggaraan perayaan, pemanfaatan keajaiban alam, pembangunan distrik unik, serta berbagai aset budaya lainnya.
Pendekatan ini membuat kemenangan budaya terasa jauh lebih alami karena merupakan akumulasi dari pembangunan jangka panjang, bukan lagi hasil dari aktivitas repetitif seperti mengumpulkan berbagai artefak yang biasanya ada pada bagian akhir era. Keseluruhan perubahan tersebut membuat setiap jalur kemenangan kini terasa lebih logis, saling terhubung, dan mencerminkan perkembangan sebuah peradaban yang benar-benar tumbuh sepanjang permainan.
Reward-reward Penting Lewat Fitur Triumphs
Selain merombak sistem kemenangan, Firaxis juga menghadirkan mekanisme baru bernama Triumphs yang dirancang untuk membuat progres permainan terasa lebih memuaskan. Sistem ini menggantikan Legacy Paths dengan serangkaian tantangan opsional yang dapat disesuaikan dengan gaya bermain setiap pemain, sehingga setiap sesi permainan mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Digantikannya Legacy Path dengan fitur Triumph membuat permainan lebih menantangs
Triumphs sendiri terbagi menjadi dua kategori, yaitu Minor Triumphs dan Major Triumphs. Minor Triumphs relatif mudah dicapai dan langsung memberikan bonus instan yang dapat dimanfaatkan selama permainan berlangsung. Sementara itu, Major Triumphs menawarkan hadiah yang jauh lebih signifikan karena berkontribusi terhadap jalur kemenangan yang sedang ditempuh sekaligus menghadiahkan Dedications untuk era berikutnya. Sistem Dedications ini menggantikan Legacy Cards dengan pilihan bonus yang lebih fleksibel dan berdampak besar terhadap perkembangan peradaban.
Objektif yang ditawarkan juga sangat beragam, mulai dari memperluas wilayah kekuasaan, melakukan eksplorasi, memperkuat diplomasi, hingga memenuhi target sesuai enam atribut utama dalam permainan. Kehadiran Triumphs membuat setiap pencapaian terasa lebih berarti sekaligus menjaga momentum permainan tetap hidup, terutama pada fase pertengahan yang sebelumnya kerap dianggap sebagai bagian paling lambat dalam Sid Meier’s Civilization VII.
Perubahan Besar yang Beresiko
Meski membawa banyak penyempurnaan, Test of Time juga menghadirkan sejumlah konsekuensi yang cukup besar. Perubahan terbesar tentu datang dari kebebasan mempertahankan satu peradaban sepanjang permainan. Di satu sisi, fitur ini memang mengembalikan identitas klasik seri Civilization. Namun di sisi lain, ritme permainan menjadi jauh lebih menuntut karena setiap keputusan yang diambil sejak awal permainan kini memiliki dampak jangka panjang.
Pada versi sebelumnya, sistem pergantian Age masih memberikan ruang bagi pemain untuk mengubah arah strategi ketika memasuki era berikutnya. Ketertinggalan pada masa Antiquity, misalnya, masih dapat ditebus melalui kombinasi bonus dan peradaban baru saat memasuki Exploration Age. Kini peluang tersebut jauh lebih kecil. Dengan tetap menggunakan peradaban yang sama, pemain dituntut membangun fondasi ekonomi, militer, maupun budaya secara matang sejak awal jika ingin tetap kompetitif hingga akhir permainan.

Sistem leaderboard tiap jalur kemenangan ini membuat pemain harus jeli dalam menentukan strategi dari awal permainan
Situasi tersebut semakin terasa dengan hadirnya sistem leaderboard yang menampilkan perkembangan skor pada setiap jalur kemenangan. Kesalahan kecil dalam mengelola sumber daya atau menentukan prioritas pembangunan dapat membuat pemain tertinggal cukup jauh dari lawan, sehingga proses mengejar posisi terdepan menjadi lebih sulit. Konsekuensinya, permainan terasa lebih strategis sekaligus lebih menghukum setiap keputusan yang kurang tepat.
Bagi sebagian pemain, pendekatan ini akan terasa menyegarkan karena mendorong perencanaan jangka panjang. Namun, pemain kasual mungkin menganggap perubahan tersebut terlalu cepat dan masif. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, secara pribadi reviewer update Test of Times justru memperdalam elemen strategi yang menjadi daya tarik utama Sid Meier’s Civilization VII.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Test of Time bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan sebuah upaya Firaxis untuk mendefinisikan ulang arah Sid Meier’s Civilization VII setelah menerima berbagai masukan dari komunitas. Hampir seluruh sistem inti mendapatkan sentuhan baru, mulai dari kebebasan mempertahankan satu peradaban, perombakan jalur kemenangan, hadirnya sistem Triumphs, hingga penyesuaian berbagai mekanisme pendukung yang membuat setiap keputusan terasa lebih penting.
Memang, beberapa perubahan membawa konsekuensi berupa tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan kurva strategi yang semakin menuntut. Namun, di saat yang sama, pembaruan ini juga membuat kemenangan terasa lebih pantas diraih karena merupakan hasil dari perencanaan yang matang sejak awal permainan, bukan sekadar memanfaatkan mekanisme tertentu di penghujung pertandingan.
Bagi para penggemar lama, Test of Time menjadi langkah yang mengembalikan sebagian identitas klasik Civilization tanpa mengorbankan ambisi Firaxis untuk terus berinovasi. Masih ada beberapa aspek yang membutuhkan penyempurnaan, tetapi jika arah pengembangannya terus dipertahankan, pembaruan ini bisa menjadi titik balik yang membawa Sid Meier’s Civilization VII menuju pengalaman strategi yang sejak awal diharapkan oleh fan garis keras franchise satu ini.

Leave a Reply