Indotify.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan penundaan sementara penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) menyusul munculnya berbagai polemik. Keputusan ini diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi dan investigasi mendalam terhadap sistem klasifikasi usia game tersebut.
Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, menyatakan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menelaah seluruh aspek implementasi IGRS. Tim ini bertugas menelusuri sistem, proses, dan tata kelola IGRS guna mendapatkan temuan yang objektif dan komprehensif.
Proses investigasi ini juga dilakukan secara terbuka. Komdigi melibatkan berbagai pihak dari ekosistem industri game, termasuk asosiasi, pelaku industri, dan masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
Sonny menambahkan bahwa Komdigi menerima banyak masukan setiap hari. Diskusi dan identifikasi terus dilakukan untuk memastikan konsep kebijakan IGRS kuat dan implementatif.
Tujuan utama dari penerapan IGRS adalah untuk menciptakan standar klasifikasi usia game yang jelas di Indonesia. Selama ini, Indonesia belum memiliki standar tersebut.
Melalui IGRS, pemerintah berupaya memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak. Selain itu, sistem ini juga diharapkan memberikan kepastian bagi para pelaku industri game.
Dengan adanya sistem rating ini, orang tua diharapkan dapat lebih mudah mengidentifikasi apakah sebuah game sesuai untuk usia anak mereka.
Sebagai tindak lanjut dari investigasi yang masih berjalan, Komdigi memutuskan untuk menunda penerapan rating IGRS. Penundaan ini bersifat sementara dan bertujuan untuk memperbaiki serta memperkuat sistem klasifikasi usia game sebelum diterapkan secara penuh.
Sonny menegaskan bahwa penundaan ini dilakukan agar di kemudian hari IGRS dapat berjalan lebih kuat, kredibel, dan dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan.
Komdigi menyampaikan apresiasi atas berbagai kritik dan masukan yang telah diberikan oleh komunitas game dan pelaku industri. Masukan tersebut dianggap sangat berarti untuk perbaikan IGRS di masa mendatang.
Ke depannya, pemerintah berharap sistem klasifikasi usia game di Indonesia dapat menjadi acuan yang jelas. Hal ini penting bagi konsumen, orang tua, maupun industri game, sehingga distribusi game digital di Indonesia dapat berjalan lebih transparan dan bertanggung jawab.
FAQ:
- Mengapa Komdigi menunda penerapan IGRS?
Komdigi menunda penerapan IGRS sementara waktu karena masih melakukan investigasi terhadap sistem, proses, dan tata kelola implementasi rating game agar dapat berjalan lebih kredibel dan akurat.
- Apa itu IGRS dalam game?
IGRS (Indonesia Game Rating System) adalah sistem klasifikasi usia game di Indonesia yang bertujuan memberikan informasi kepada pemain dan orang tua mengenai kelayakan usia sebuah game berdasarkan kontennya.
- Siapa yang terlibat dalam evaluasi sistem IGRS?
Komdigi melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam evaluasi IGRS, termasuk asosiasi industri game, pelaku industri, komunitas gamer, serta masyarakat.
- Apakah penerapan IGRS akan dibatalkan?
Tidak. Komdigi menegaskan bahwa penundaan ini hanya bersifat sementara untuk memperbaiki sistem agar lebih kuat, kredibel, dan dapat dipercaya sebelum diterapkan kembali.

Leave a Reply