Indotify.com – Industri game dikenal sebagai salah satu sektor paling volatil di dunia. Menciptakan sebuah game, bahkan yang sederhana sekalipun, merupakan pencapaian yang luar biasa. Situasi ini semakin kompleks dari tahun ke tahun, terbukti dari banyaknya game AAA yang memerlukan waktu pengembangan hingga satu dekade, ditambah lagi dengan puluhan game yang dibatalkan setiap tahunnya.
Yang menarik, tidak semua pembatalan game terjadi karena alasan yang logis. Banyak di antaranya dibatalkan karena alasan yang aneh dan sulit dipahami. Berikut adalah tujuh contohnya:
1. Agent
Agent, sebuah game aksi siluman berlatar Perang Dingin yang dikembangkan oleh Rockstar Games, diumumkan pada tahun 2009. Setelah bertahun-tahun menghilang tanpa kabar, game ini akhirnya dipastikan batal.
Sempat muncul spekulasi setelah perpanjangan merek dagang pada tahun 2016, namun perlahan game ini dikonfirmasi batal. Salah satu alasannya adalah Rockstar memilih untuk memfokuskan sumber daya mereka pada pengembangan Grand Theft Auto V.
Penjelasan lebih rinci baru terungkap belakangan. Salah satu pendiri Rockstar, Dan Houser, mengungkapkan bahwa Agent telah melalui banyak iterasi pengembangan yang gagal. Tim pengembang akhirnya menyimpulkan bahwa menciptakan game open-world bertema spionase yang benar-benar bagus adalah hal yang mustahil.
2. Batman: The Dark Knight
Game adaptasi film The Dark Knight karya Christopher Nolan ini sebenarnya memiliki potensi besar. Pandemic Studios telah memulai pengembangannya sebelum film tersebut selesai diproduksi.
Rencananya bukan sekadar game adaptasi biasa, melainkan sebuah game Batman open-world yang ambisius, lengkap dengan pengisi suara dari para aktor filmnya. Namun, proyek ini harus kandas akibat keputusan internal yang keliru.
Pandemic Studios bersikeras menggunakan game engine buatan mereka sendiri, Odin, meskipun banyak aset yang sudah terlanjur dibuat dengan game engine lain. Hal ini menyebabkan penundaan pengembangan yang terus-menerus, sementara EA menuntut perilisan game tersebut pada Desember 2008.
Ketika Oktober 2008 tiba dan jelas bahwa game ini tidak akan selesai tepat waktu, EA akhirnya memutuskan untuk membatalkannya.
3. Silent Hills
Salah satu momen “what-if” paling menyakitkan dalam sejarah industri game adalah nasib Silent Hills. Game ini seharusnya digarap oleh Hideo Kojima dan Guillermo del Toro, dengan Norman Reedus sebagai pemeran utama.
Silent Hills pertama kali diungkap secara mengejutkan di akhir demo P.T. yang legendaris pada tahun 2014. Di tengah kondisi seri Silent Hill yang sudah lama meredup, kehadiran Kojima membawa harapan besar.
Sayangnya, semua harapan itu runtuh pada April 2015 akibat konflik internal antara Kojima dan Konami selama pengembangan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Konflik ini berujung pada keluarnya Kojima dari perusahaan tersebut pada Oktober di tahun yang sama.
Meskipun detail perseteruan tersebut tidak pernah sepenuhnya terungkap, keputusan Konami untuk membatalkan Silent Hills tetap menjadi salah satu langkah yang paling mengecewakan bagi para pemain.
4. Among Us 2
Impian terbesar hampir semua studio game adalah menciptakan game yang sukses dan berkembang menjadi sebuah seri. Among Us, game deduksi sosial buatan Innersloth, adalah contoh nyata dari impian tersebut.
Meskipun hampir tidak ada yang memperhatikan saat dirilis pada tahun 2018, game ini meledak popularitasnya pada tahun 2020 ketika banyak orang terpaksa mengisolasi diri di rumah akibat pandemi.
Antusiasme ini bahkan mendorong Innersloth untuk mengumumkan Among Us 2, sebelum akhirnya membatalkannya sendiri hanya sebulan kemudian.
Innersloth beralasan bahwa mereka lebih baik fokus menyempurnakan game pertama daripada memecah basis pemain menjadi dua. Keputusan ini terbilang langka dalam industri game, di mana publisher biasanya tidak akan melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan kesuksesan sebuah game.
Baca juga di sini: OpenAI Berencana Produksi Massal Smartphone AI
Hasilnya, meskipun popularitas Among Us telah menurun, game ini telah menghasilkan lebih dari US$100 juta untuk Innersloth.
5. Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned
Pirates of the Caribbean: Armada of the Damned sebenarnya adalah sebuah game aksi RPG yang menjanjikan, dikembangkan oleh Propaganda Games dan berlatar sekitar satu dekade sebelum film pertama dirilis.
Game ini diumumkan di E3 2009 dengan sambutan yang sangat positif. Pada akhir tahun 2010, pengembangannya hampir rampung sepenuhnya. Sayangnya, Disney membuat keputusan yang sulit dipahami dengan membatalkan game ini.
Seluruh sumber daya Propaganda Games dialihkan untuk menyelesaikan Tron: Evolution. Langkah ini diambil agar game tersebut dapat dirilis bersamaan dengan film Tron: Legacy pada Desember 2010.
Hasilnya, Tron: Legacy gagal memenuhi ekspektasi box office, Tron: Evolution tidak disambut baik oleh pemain maupun kritikus, sementara Armada of the Damned yang hampir selesai terpaksa dikubur.
6. Assassin’s Creed: Civil War
Awal tahun ini, dilaporkan bahwa Ubisoft membatalkan sebuah game Assassin’s Creed yang berlatar di Amerika Serikat pasca-Perang Saudara, yaitu pada tahun 1860-an hingga 1870-an.
Karakter utamanya disebut-sebut adalah seorang mantan budak kulit hitam yang kembali ke wilayah Selatan untuk memperjuangkan keadilan dan melawan Ku Klux Klan. Pembatalan ini diduga dipicu oleh dua hal: kontroversi seputar Yasuke, karakter samurai Afrika di Assassin’s Creed Shadows, serta kondisi politik Amerika Serikat yang sedang memanas.
Salah satu sumber menyebut situasi tersebut “terlalu politis di negara yang terlalu tidak stabil.” Pembatalan ini tentu sangat disayangkan, mengingat game ini menyajikan salah satu premis paling segar dan berani dalam seri tersebut.
Pada akhirnya, Ubisoft memilih untuk mengalah pada tekanan, dan para pemain harus kehilangan sebuah game Assassin’s Creed yang berpotensi luar biasa.
7. Project Ragtag
Project Ragtag adalah sebuah game aksi petualangan bertema Star Wars yang dikembangkan oleh Visceral Games, dengan Amy Hennig (co-creator Uncharted) sebagai sutradaranya.
Game ini dirancang sebagai petualangan sinematik yang berlatar pasca-Star Wars IV dan telah dikembangkan selama tiga tahun ketika diumumkan ke publik pada tahun 2016. Sayangnya, kesuksesan besar Star Wars Battlefront yang berfokus pada mode multipemain membuat EA mulai mengalihkan perhatian dan sumber daya mereka.
Hal ini berujung pada penutupan Visceral Games pada akhir tahun 2017. Game ini sempat dilanjutkan oleh EA Vancouver dengan pendekatan yang berbeda, yaitu lebih open-world dan kurang linear. Namun, versi tersebut juga ikut dibatalkan pada awal tahun 2019.
Saat itu, EA memilih untuk memfokuskan diri pada pengembangan Star Wars Jedi: Fallen Order. Ironisnya, game yang terlihat sangat menjanjikan ini harus dikubur demi mengejar tren game open-world.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa alasan paling tidak masuk akal sebuah game dibatalkan. Dari tujuh game di atas, mana yang menurut Anda paling layak untuk dihidupkan kembali?

Leave a Reply