Home » CEO Shift Up Pasang Badan Soal AI di Klip Stellar Blade Blood Rain

CEO Shift Up Pasang Badan Soal AI di Klip Stellar Blade Blood Rain

Diorama.id – Implementasi teknologi AI dalam sektor permainan video kembali memantik diskusi hangat setelah Shift Up, pengembang di balik Stellar Blade Blood Rain, memilih untuk memanfaatkannya dalam produksi video klip musik mereka.

Pemicunya adalah tampilan Evie dalam video tersebut yang tampak dianimasikan menggunakan AI, mulai dari detail wajah, ekspresi, hingga berbagai gerakan yang disuguhkan.

Video klip itu pun langsung dihujani kritik dari berbagai pihak, mulai dari komunitas gamer, media massa, hingga para seniman, terkait pemanfaatan AI generatif dalam karya yang mengusung nama Stellar Blade Blood Rain.

Akan tetapi, tanggapan yang diberikan CEO Kim Hyung-tae justru bertolak belakang. Alih-alih melayangkan permohonan maaf, ia justru pasang badan membela langkah tim kreatifnya.

CEO Shift Up Bela Penggunaan AI, Bersikeras Kalau Evie Tidak Dibuat dengan AI

Lewat cuitan terbarunya di X, Kim mengklarifikasi bahwa sosok Evie yang muncul dalam video musik Stellar Blade Blood Rain bukanlah produk AI, melainkan hasil kreasi tangan para seniman dan desainer karakter internal Shift Up.

Menurut penjelasannya, AI hanya difungsikan sebagai alat bantu dalam proses pengerjaan video klip, bukan menjadi alat utama untuk merancang karakter dari tahap awal.

Penjelasan tersebut nyatanya belum mampu meredam gelombang kritik. Tidak sedikit gamer yang mempertanyakan alasan Shift Up tidak mengoptimalkan tenaga animator dan seniman internal mereka—yang selama ini bertanggung jawab atas desain Evie—untuk menggarap video promosi dengan metode konvensional.

Sebagian pihak bahkan menilai hasil visual AI tersebut tidak meyakinkan dan dianggap gagal merepresentasikan standar kualitas grafis yang selama ini menjadi identitas unggulan Shift Up.

Sikap Kim ini sebenarnya sudah bisa diprediksi karena ia memang dikenal sebagai pendukung teknologi AI. Sebelumnya, Kim sempat menyatakan dukungannya terhadap pemanfaatan AI.

Baginya, seseorang yang mengadopsi AI bisa memiliki produktivitas setara 100 orang. Ia menambahkan bahwa dengan AI, mereka mampu bersaing dengan perusahaan game asal China yang memiliki tim berjumlah 1.000 hingga 2.000 orang, mengingat 80% pendapatan industri tersebut memang bersumber dari pasar China.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai pernyataan Kim tersebut? Apakah Anda mendukung keputusan yang diambil oleh Shift Up?


Baca artikel lainnya dari Ayyadana Akbar melalui tautan ini. Baca seluruh artikel editorial/wawancara/opini/listicle Diorama.id di tautan ini, dan simak seluruh artikel ulasan video game/gadget/teknologi kami di tautan ini.

Bergabunglah dengan Komunitas Discord kami di tautan ini, Anda bisa bertanya langsung atau memberikan komentar mengenai artikel dan konten kami dengan menyebut (mention) admin (nama berwarna merah/oranye), kami tidak dapat merespons dengan cepat tanpa mention.

Untuk berita terkait video game PC/Konsol, ulasan game, siaran pers, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan dunia gaming/teknologi PC, silakan hubungi saya di: [email protected].

Untuk keperluan iklan dan bisnis dengan Diorama.id serta perusahaan induk kami Suaramerdeka.com, silakan kirimkan pertanyaan Anda ke: [email protected] atau kunjungi tautan ini untuk informasi lebih lanjut (jika Anda adalah perusahaan asing, Anda dapat menggunakan Google Translate karena situs ini menggunakan bahasa Indonesia).

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *