Home » Tencent Putus Kerja Sama dengan Marvelous, Bagaimana Nasib Game Barunya?

Tencent Putus Kerja Sama dengan Marvelous, Bagaimana Nasib Game Barunya?

Diorama.id – Menanamkan modal pada perusahaan pengembang video game terkadang bisa menjadi pisau bermata dua bagi korporasi.

Bukan sekadar perusahaan berskala menengah, entitas besar pun wajib mempertimbangkan matang-matang langkah investasi jangka panjang di industri game, terutama mengingat membengkaknya ongkos produksi untuk judul-judul AAA saat ini.

Bahkan raksasa sekaliber Tencent, yang selama ini dikenal sangat ‘agresif’ dalam memperluas portofolio investasinya, kini terpaksa meninjau kembali sejumlah perusahaan game yang telah mereka dukung secara finansial.

Cakupan investasi Tencent tidak terbatas pada perusahaan Barat saja, melainkan merambah ke Asia, termasuk Jepang. Kali ini, sorotan tertuju pada evaluasi investasi mereka terhadap Marvelous, pengembang orisinal seri Harvest Moon sebelum haknya berpindah sepenuhnya ke Natsume, serta kreator Rune Factory, Story of Seasons, hingga Daemon X Machina.

Bagaimana Nasib Story of Seasons Mobile Setelah Tencent Jual Semua Saham Marvelous?

Marvelous secara resmi mengumumkan (melalui GameBiz) bahwa kemitraan strategis dan finansial mereka dengan Image Frame Investment, entitas anak perusahaan Tencent, telah berakhir setelah berjalan selama enam tahun.

Langkah ini diambil menyusul keputusan Tencent untuk melepas seluruh kepemilikan saham mereka di Marvelous sebagai bagian dari restrukturisasi portofolio investasi serta kebijakan alokasi modal yang baru.

Dengan selesainya kerja sama tersebut, Tencent beserta seluruh afiliasinya resmi melepas status sebagai pemegang saham utama di Marvelous. Sebanyak 12,17 juta lembar saham yang sebelumnya dikuasai Image Frame Investment kini didistribusikan kepada pihak Marvelous, SBI Securities, serta satu perusahaan asal Jepang lainnya.

Pergeseran kepemilikan ini diprediksi akan menjadikan mantan Presiden SEGA sekaligus CEO Amuse Capital, Hayao Nakayama, sebagai pemegang saham mayoritas di Marvelous, diikuti oleh CEO Marvelous saat ini, Haruki Nakayama, yang merupakan putra dari Hayao Nakayama.

Lalu, bagaimana dengan proyek Story of Seasons Mobile? Sayangnya, proyek tersebut harus dibatalkan. Tencent memutuskan untuk menyudahi pengembangan game mobile Story of Seasons yang lisensinya telah disepakati sejak tahun 2019 lalu.

Alasan yang dikemukakan tergolong standar dalam dunia bisnis dan investasi, yakni adanya pergeseran iklim usaha serta pertimbangan terkait profitabilitas.

Walau demikian, kesepakatan lisensi antara kedua belah pihak tetap berlaku, sehingga jalinan bisnis antara Marvelous dan Tencent belum sepenuhnya putus.

Berdasarkan laporan GameBiz, perubahan strategi ini merupakan langkah Tencent untuk memprioritaskan efisiensi modal serta menjaga stabilitas investasi di tengah dinamika pasar China yang terus berubah.

Mengingat agresivitas Tencent dalam menanamkan modal di berbagai studio game Jepang sejak tahun 2020, Marvelous kemungkinan besar bukan satu-satunya pihak yang terdampak oleh kebijakan teranyar ini.

Apa tanggapan Anda mengenai penghentian investasi oleh Tencent ini?


Baca artikel lainnya dari Ayyadana Akbar melalui tautan ini. Simak seluruh artikel editorial/wawancara/opini/listicle dari Diorama.id di tautan ini, dan lihat semua ulasan video game/gadget/teknologi kami di tautan ini.

Bergabunglah dengan Komunitas Discord kami di tautan ini, Anda bisa bertanya langsung atau berdiskusi mengenai artikel dan konten kami dengan menyebut (mention) para admin (nama berwarna merah/oranye), kami tidak dapat merespons dengan cepat tanpa mention.

Untuk berita terkait video game PC/Konsol, ulasan game, siaran pers, dan segala hal mengenai dunia gaming/teknologi PC, silakan hubungi saya di: [email protected].

Untuk keperluan iklan dan kerja sama bisnis dengan Diorama.id serta perusahaan induk kami Suaramerdeka.com, silakan kirimkan pertanyaan Anda ke: [email protected] atau kunjungi tautan ini untuk informasi lebih lanjut (jika Anda perusahaan asing, Anda dapat menggunakan Google Translate karena situs menggunakan bahasa Indonesia).

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *