Diorama.id – Rumor mengenai remake Assassin’s Creed Black Flag sempat memicu antusiasme besar, dan kini, kesempatan untuk menjelajahi kembali lautan Karibia yang penuh intrik dan petualangan bajak laut kembali hadir melalui Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Judul ini bukan sekadar pengulangan, melainkan sebuah penawaran untuk merasakan kembali salah satu entri paling unik dalam seri Assassin’s Creed, yang berhasil memadukan aksi pembunuh bayaran dengan romansa kehidupan bajak laut yang kental dengan budaya pop.
Bagi para penggemar lama, kehadiran Resynced ini menawarkan nostalgia, namun dengan pembaruan yang signifikan. Artikel ini akan mengulas secara mendalam apa saja yang ditawarkan oleh versi terbaru ini, mulai dari narasi, visual, hingga perubahan dalam aspek gameplay.
Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced – Jelajah Karibia Lagi Bersama Sang Bajak Laut
Dari Bajak Laut Menjadi Assassin: Awal Mula Edward Kenway
Edward Kenway adalah bajak laut biasa / Ubisoft
Bagi para veteran seri ini, alur cerita Edward Kenway mungkin sudah sangat familiar. Namun, bagi pendatang baru, Assassin’s Creed Black Flag Resynced menyajikan kisah seorang bajak laut bernama Edward Kenway. Kehidupannya berubah drastis ketika ia terdampar di sebuah kepulauan dan mengambil identitas seorang Assassin yang ia bunuh, Duncan Walpole.
Edward bertemu Duncan Walpole, seorang Assassin / Ubisoft
Dengan identitas palsu tersebut, Edward berharap dapat meraup keuntungan. Ia kemudian menyelamatkan seorang pedagang bernama Stede Bonnet dan melanjutkan misi sang Assassin untuk bertemu dengan Gubernur di Havana, demi mengklaim hadiah atas misinya.
Sukses membunuh Duncan, Edward menyamar menjadi Assassin untuk mendapatkan uang / Ubisoft
Pertanyaan besarnya, mampukah Edward menjalankan misinya tanpa terbongkar identitas aslinya sebagai seorang bajak laut? Jawabannya tentu saja menjadi inti dari petualangan dalam Assassin’s Creed Black Flag Resynced.
Edward selamatkan Stede Bonnet, pedagang yang ditawan tentara / Ubisoft
Karibia yang Makin Imersif: Visual yang Diperbaharui
Petualanganmu di Karibia sangat imersif dan indah / Ubisoft
Secara visual, Assassin’s Creed Black Flag Resynced mengadopsi teknologi Anvil Engine yang sama dengan yang digunakan pada Assassin’s Creed Shadows. Perbedaan utamanya terletak pada palet warna yang digunakan. Jika Shadows cenderung menampilkan nuansa yang lebih kelam dan realistis, Black Flag Resynced tampil dengan warna yang lebih cerah, memanjakan mata, dan merefleksikan keindahan alam Karibia yang sesungguhnya.
Ubisoft berhasil menghadirkan kembali atmosfer dunia Black Flag orisinal dengan sentuhan baru yang segar. Dunia yang sudah imersif sebelumnya kini terasa semakin hidup dengan detail visual yang lebih tajam, minim efek blur yang mengganggu, serta pencahayaan yang semakin realistis.
Kamu bisa jelajah kota seperti Havana (sekarang Kuba) di masa keemasan bajak laut / Ubisoft
Kota-kota seperti Havana yang ramai dan lautan biru yang mempesona kini terlihat lebih proporsional dan detail. Bahkan, elemen-elemen yang dulunya terasa sedikit artifisial karena keterbatasan teknologi Animus, kini terasa lebih nyata. Konsep Animus sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang memungkinkan pemain untuk mengakses ingatan leluhur mereka di masa lalu, memberikan konteks unik pada setiap penjelajahan.
Atau kamu bisa keliling Karibia naik kapalmu, Jackdaw / Ubisoft
Namun, fokus yang terlalu besar pada teknologi ray tracing terkadang menimbulkan masalah. Terutama saat malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk, visibilitas menjadi sangat terbatas. Meskipun secara realitas kondisi tersebut memang membuat pandangan menjadi sulit, dalam sebuah video game, kejelasan visual sangatlah krusial bagi pemain. Keindahan artistik yang dihadirkan oleh ray tracing justru mengurangi fungsi permainan.
Ketergantungan dengan Ray Tracing membuat malam hari + badai menjadi sulit terlihat / Ubisoft
Menurunkan pengaturan ray tracing pun tidak memberikan solusi signifikan. Perbedaan visual yang dihasilkan antara pengaturan rendah hingga ultra terasa tidak begitu mencolok, terutama saat dimainkan pada resolusi 1080p. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh keterbatasan resolusi yang tidak memungkinkan penangkapan detail perubahan secara maksimal.
Sulit sekali melihatnya tanpa adanya sumber cahaya yang oke / Ubisoft
Semua Lebih Cepat, Efisien, dan Praktis: Perombakan Gameplay
Selain aspek grafis, perubahan paling masif terjadi pada sektor gameplay. Meskipun konten inti game ini tetap sama persis dengan seri sebelumnya, termasuk lokasi-lokasi penting seperti Elite Mortar atau Elite Hull, pemain tidak perlu mencari panduan baru. Semua mekanik dasar masih relevan, dengan tambahan konten baru.
Gameplay dalam Assassin’s Creed Black Flag Resynced dapat didefinisikan sebagai ‘cepat dan efisien’. Hal ini berlaku tidak hanya pada pergerakan parkour, tetapi juga pada sistem pertempuran, mekanik siluman, dan elemen lainnya.
Animasi pertempurannya jadi lebih cepat, Edward jadi lebih gesit di sini meski tidak terlalu gesit seperti animasi anime fantasi / Ubisoft
Setiap aksi Edward, baik dalam parkour maupun pertarungan, kini terasa lebih gesit dan presisi. Game ini berhasil menghadirkan pengalaman pertempuran satu lawan banyak yang imersif, dengan mekanik parry, break defense, tendangan untuk menjatuhkan lawan, hingga gerakan takedown yang sangat cepat.
Berbeda dengan seri sebelumnya di mana takedown seringkali dilakukan dengan membekap lawan, dalam versi ini, Edward melakukan serangan mematikan dengan tangan kosong yang brutal dan cepat, mirip dengan gaya Batman, namun dengan hasil akhir kematian lawan. Ini memberikan kesan pertarungan yang lebih sengit dan langsung.
Jika ada cahaya biru seperti ini, artinya serangan musuh bisa diparry, jika cahayanya merah, kamu wajib menghindar / Ubisoft
Ketika Edward bertarung menggunakan pedang dan hidden blade ganda, ia mampu melakukan instant assassinate atau takedown dengan cepat setelah berhasil melakukan break defense atau perfect parry.
Bagi pemain yang menyukai nuansa pertarungan yang lebih lambat, taktis, dan memiliki dampak terasa pada setiap pukulan, perubahan ini mungkin kurang disukai. Namun, bagi mereka yang mengutamakan efisiensi, pembaruan ini sangatlah memuaskan.
Ubisoft
Mekanik takedown cepat ini patut diacungi jempol karena memungkinkan Edward menyelesaikan pertarungan dengan lebih efisien. Namun, pertimbangan perlu diberikan jika Ubisoft ingin menerapkan hal serupa di seri mendatang, mungkin dengan syarat tertentu seperti menurunkan HP musuh hingga 50% atau melakukan perfect dodge/parry. Tanpa batasan tersebut, permainan bisa terasa kurang menantang, terutama pada tingkat kesulitan normal, mengingat kekuatan Edward yang sudah sangat besar dengan refleks yang cepat.
Edward bisa memanjat lebih cepat di manapun asal kamu tekan dan tahan tombol lari dan free jump / Ubisoft
Dalam aspek parkour, Edward kini mampu memanjat dengan lebih cepat. Dengan menahan tombol free jump dan tombol lari, ia dapat berlari, melompat, dan berpindah antar tembok dengan kecepatan yang meningkat.
Namun, satu kekurangan dari sistem parkour ini adalah fleksibilitas penargetannya. Sistem ini sangat akurat, mengharuskan pemain mengarahkan crosshair tepat pada platform tujuan. Sedikit saja meleset, sistem akan menganggap target tidak tercapai.
Kamu bisa lari lebih cepat saat parkour melewati rintangan / Ubisoft
Hal serupa juga terjadi saat turun dari ketinggian. Tekan tombol turun seharusnya membuat Edward turun, namun pada titik-titik tertentu, seperti di benteng awal Havana, menekan tombol tersebut justru membuatnya terjun ke laut. Meskipun kecepatan memanjat patut diapresiasi, fleksibilitas parkour terasa agak kacau.
Berkat kecepatan permainan yang meningkat ini, mekanisme siluman menjadi jauh lebih efisien dan cepat. Pemain tidak perlu lagi menunggu pergerakan AI musuh atau mencari celah yang sempit untuk menyergap.
Musuh siaga akan lebih cepat berhentinya daripada berlama-lama mencari player jika ketahuan / Ubisoft
Yang cukup memuaskan adalah bagaimana sistem siluman tidak langsung menarik perhatian seluruh musuh jika ketahuan (kecuali jika alarm dibunyikan). Hanya musuh di sekitar area pertarungan yang akan bereaksi.
Ubisoft
Durasi status siaga musuh juga tidak sepanjang seri sebelumnya. Musuh tidak akan terus-menerus mencari pemain dalam waktu lama. Durasi siaga kini lebih konsisten dan singkat, memungkinkan pemain yang bermain pada tingkat kesulitan normal untuk kembali beraksi lebih cepat tanpa menunggu AI musuh menghentikan status siaga.
Perang kapal di game ini masih sama seperti yang dulu / Ubisoft
Pertempuran kapal dalam game ini tetap mempertahankan keseruan yang sama seperti seri aslinya. Pemain dapat menghancurkan musuh dengan presisi menggunakan meriam, meriam api, mortar, hingga swivel gun. Setiap tembakan terasa kuat dan memuaskan.
Pada awal permainan, tanpa peningkatan kapal, musuh bisa dengan mudah menghancurkan kapal pemain jika dikeroyok. Hal ini membuktikan bahwa keseimbangan pertempuran kapal masih terjaga dengan baik.
Sekarang kamu bisa pakai Swivel Gun secara manual / Ubisoft
Namun, kecepatan kapal yang meningkat tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga oleh musuh. Karena sifat lautan yang acak dan generatif, terkadang pemain bisa bertemu kapal musuh yang jauh lebih kuat, terutama saat sumber daya untuk misi utama sudah menipis. Hal ini bisa berujung pada kehancuran kapal pemain.
Dalam pengalaman pribadi, setelah menyelesaikan misi, sebuah kapal bajak laut level tinggi tiba-tiba muncul dan mengejar dengan kecepatan luar biasa, menyebabkan kapal pemain hancur. Untungnya, saat dimuat ulang, kapal tersebut tidak lagi muncul. Meskipun menantang, momen seperti ini justru memberikan sensasi yang menarik dan hadiah yang lebih besar jika berhasil diatasi.
Secara keseluruhan, pertempuran kapal terasa lebih arcade dibandingkan seri utamanya, namun tidak terlalu grindy seperti Skull and Bones, menawarkan pengalaman yang memuaskan.
Kamu juga bisa pakai fitur pathfinder untuk mengarahkan kapalmu ke tujuan agar lebih mudah, yang jujur, sebenarnya nggak perlu juga fitur ini / Ubisoft

Leave a Reply