Indotify.com – Industri kecerdasan buatan (AI) terus merambah berbagai sektor, termasuk dunia pengembangan game. Setelah sukses menghadirkan AI untuk menghasilkan gambar, video, hingga kode program, Meta kini memperkenalkan sebuah inovasi yang memungkinkan siapa saja untuk menciptakan game tanpa perlu keahlian pemrograman. Melalui aplikasi terbarunya yang diberi nama ‘Pocket’, pengguna hanya perlu mengetikkan ide permainan dalam bentuk perintah teks (prompt), dan AI akan secara otomatis mengubahnya menjadi sebuah minigame yang siap dimainkan.
Informasi mengenai kehadiran ‘Pocket’ pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan Alessandro Paluzzi, seorang pengembang aplikasi sekaligus *reverse engineer*, di akun X pada tanggal 2 Juli 2026. Tak berselang lama, layanan analitik AppFigures turut mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa aplikasi ini sebenarnya telah hadir di platform Android dan iOS sejak 29 Juni 2026. Meskipun demikian, peluncuran resminya oleh Meta belum diumumkan secara luas.
Konsep yang diusung oleh ‘Pocket’ adalah *vibe-coding*. Pendekatan inovatif ini memanfaatkan kekuatan AI generatif untuk menerjemahkan instruksi dalam bentuk teks menjadi pengalaman interaktif yang dapat dimainkan. Dengan metode ini, hambatan teknis terkait bahasa pemrograman atau kerumitan proses pembuatan game dapat diatasi. Pengguna hanya perlu mendeskripsikan konsep permainan yang mereka inginkan, dan AI akan bertugas untuk menghasilkan minigame atau yang disebut sebagai “gizmos” yang dapat dinikmati langsung atau dibagikan kepada pengguna lain.
Namun, perlu dicatat bahwa peluncuran ‘Pocket’ saat ini masih dalam tahap pengujian dan dilakukan secara bertahap. Hingga berita ini diturunkan, aplikasi tersebut belum dapat diakses di wilayah Amerika Serikat. Percobaan menggunakan beberapa perangkat Android dan iPhone yang terhubung dengan akun Google di AS menunjukkan bahwa ‘Pocket’ belum tersedia untuk diunduh. Hal ini juga diperkuat dengan adanya keterangan pada halaman bantuan Meta yang menyatakan bahwa aplikasi tersebut “belum tersedia di semua wilayah.”
Hingga kini, Meta belum memberikan pernyataan resmi mengenai negara mana saja yang menjadi lokasi uji coba awal maupun jadwal pasti peluncuran global ‘Pocket’. Sejumlah media teknologi terkemuka telah berupaya meminta konfirmasi dari pihak Meta, namun belum ada tanggapan resmi yang diberikan.
Meskipun detail spesifikasi teknis ‘Pocket’ belum diungkapkan secara rinci, diperkirakan aplikasi ini memanfaatkan model bahasa besar (LLM) milik Meta. LLM ini telah terbukti kemampuannya dalam berbagai layanan AI yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut. Selain itu, infrastruktur *cloud* yang terus dikembangkan oleh Meta juga diprediksi menjadi fondasi utama yang memungkinkan proses pembuatan game melalui AI berjalan dengan cepat dan efisien.
Kehadiran ‘Pocket’ menandai pergeseran arah yang signifikan dalam industri game, di mana AI generatif semakin memegang peranan penting. Jika pengembangan aplikasi ini berjalan sesuai dengan rencana, ‘Pocket’ berpotensi membuka pintu lebar bagi lebih banyak individu untuk menjadi kreator game. Hal ini akan terjadi tanpa terhalang oleh kendala teknis yang selama ini menjadi batasan, sekaligus memperluas ekosistem konten interaktif yang dapat diciptakan hanya berbekal ide dan sebuah perintah teks.

Leave a Reply