Diorama.id – Valve mengumumkan Steam Machine dengan harga resmi yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan konsol modern.
Perangkat dengan kapasitas penyimpanan 512 GB ini dibanderol sekitar 18-19 juta rupiah. Meskipun mahal, PC portabel ini dinilai memiliki potensi besar dan kualitas yang baik di kelasnya oleh para pengulas teknologi.
Namun, ambisi Valve di balik peluncuran Steam Machine jauh melampaui sekadar produk itu sendiri. Salah satu tujuan utamanya adalah memperluas jangkauan SteamOS agar tidak lagi identik hanya dengan Steam Deck atau Steam Machine.
Apakah SteamOS Akan Menjadi Standar Baru PC Gaming di Masa Depan?
Melalui pembaruan SteamOS versi 3.8.10, Valve telah meningkatkan kompatibilitas sistem untuk prosesor AMD dan Intel terbaru. Langkah ini bukan sekadar pembaruan biasa.
Pierre-Loup Griffais dari Valve menjelaskan kepada The Verge bahwa pembaruan SteamOS ini menjadi fondasi penting bagi siapa saja yang ingin membangun Steam Machine mereka sendiri.
Ini berarti para gamer memiliki opsi untuk merakit PC mereka sendiri dan kemudian menginstal SteamOS sebagai sistem operasi utama, sebagai alternatif dari Windows.
Rencana Valve tidak berhenti di situ. Mereka juga mengonfirmasi sedang menjalin kerja sama dengan NVIDIA untuk meningkatkan kompatibilitas SteamOS dengan kartu grafis dari perusahaan tersebut.
Meskipun dukungan penuh untuk GPU NVIDIA belum bisa dipastikan dalam waktu dekat, Valve memastikan bahwa pengembangan fitur ini terus berjalan secara aktif di belakang layar.
Strategi ini menarik karena membuka peluang SteamOS menjadi alternatif yang kuat bagi para gamer PC yang ingin beralih dari Windows. Selama ini, beberapa distribusi Linux seperti Bazzite dan CachyOS memang telah menawarkan pengalaman gaming yang memuaskan. Namun, SteamOS memiliki keunggulan signifikan karena dikembangkan langsung oleh Valve dan terintegrasi penuh dengan ekosistem Steam.
Di sisi lain, perkembangan ini juga berpotensi memberikan dampak besar pada pasar perangkat handheld gaming. Dengan peningkatan dukungan SteamOS untuk perangkat berbasis Intel, muncul spekulasi bahwa generasi handheld masa depan mungkin tidak lagi harus bergantung pada chip AMD seperti yang digunakan pada Steam Deck saat ini.
Perangkat yang menggunakan basis Intel dengan dukungan resmi SteamOS kini menjadi sebuah kemungkinan yang semakin nyata.
Bagaimana pandangan Anda mengenai hal ini? Apakah SteamOS pada akhirnya dapat berdampingan dengan Windows, atau bahkan menggantikannya sepenuhnya jika terbukti lebih unggul dan berpotensi menjadi sistem operasi standar baru di dunia karena basisnya yang Linux? Atau Anda berpendapat bahwa SteamOS hanya ditujukan bagi mereka yang ingin bermain game tanpa hambatan?

Leave a Reply