Home » Juara Dunia Tapi di Dasar Klasemen, Ada Apa dengan EVOS?

Juara Dunia Tapi di Dasar Klasemen, Ada Apa dengan EVOS?

Juara Dunia Tapi di Dasar Klasemen, Ada Apa dengan EVOS?

Indotify.com – EVOS Divine, tim yang menyandang gelar juara dunia Free Fire, justru memulai kiprahnya di FFWS SEA 2026 Spring dengan performa yang mengecewakan. Pada pekan pertama babak Knockout, tim asal Indonesia ini harus menelan pil pahit dengan menduduki posisi juru kunci klasemen sementara.

Tampilan EVOS Divine yang jauh di bawah ekspektasi tentu menjadi sorotan tajam para penggemar. Terlebih lagi, tim ini tidak melakukan perubahan pada susunan pemain mereka untuk kompetisi kali ini.

Sebagian besar pemain yang diturunkan di FFWS SEA 2026 Spring merupakan skuad yang sama yang sebelumnya berhasil membawa pulang gelar juara Esports World Cup 2025 untuk divisi Free Fire.

Dengan predikat sebagai juara dunia, EVOS Divine tentu datang ke turnamen ini dengan beban ekspektasi yang sangat tinggi. Namun, realitas di pekan pertama menunjukkan bahwa performa mereka belum mampu memenuhi harapan tersebut.

Pelatih EVOS Divine, Leem, mengakui bahwa dirinya pun terkejut dengan hasil yang sangat buruk yang diraih timnya di pekan pembuka.

“Kita sudah pasti ingin mainnya bagus ya. Tapi kita juga nggak expect bakal hasilnya sejelek itu, sehancur itu,” ungkapnya dalam sesi wawancara daring pada Selasa (28/04/2026).

Menurut Leem, salah satu akar masalah yang sangat memengaruhi performa tim di pekan pertama adalah minimnya komunikasi di dalam permainan. Ketidaklancaran komunikasi ini berdampak langsung pada koordinasi antar pemain yang menjadi tidak optimal selama pertandingan berlangsung.

Ia menambahkan bahwa kedekatan personal antar pemain terkadang menjadi bumerang, membuat mereka sungkan untuk saling menegur atau memberikan masukan ketika terjadi kesalahan dalam permainan.

Baca juga di sini: Daftar Karakter Terbaik di Neverness to Everness (NTE)

“Kalau ada masalah sih, kita sudah bicarain sama semua, apa inti masalahnya. Dan inti masalahnya, kemarin itu kita kayak banyak diemnya, nggak ada yang mau saling negur gitu. Ya karena mungkin kita kan terlalu dekat, jadi mungkin nggak enak, takut sakit hati temannya kalau mau kasih tahu salahnya di mana,” jelasnya.

Leem juga menyiratkan adanya potensi kejenuhan dalam tim. “Apalagi kita kan juga nggak ada aktivitas baru lagi, jadi ya mungkin rada jenuh gitu satu sama lainnya, jadi mungkin ada sedikit kendala di situ.”

Pendapat senada diungkapkan oleh salah satu pemain EVOS Divine, Koceel. Ia membenarkan bahwa aspek komunikasi memang menjadi yang paling terasa kurang selama pekan pertama turnamen berlangsung.

“Yang kata Leem tadi sih benar ya, komunikasinya itu kurang. Karena yang itu-itu aja yang dilakuin, nggak ada hal baru yang buat kita omongin,” tambah Koceel, menguatkan pernyataan sang pelatih.

Meskipun hasil di pekan pertama tidak sesuai harapan, EVOS Divine masih memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan evaluasi mendalam dan memperbaiki performa mereka di sisa kompetisi.

Babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring sendiri masih akan bergulir dalam beberapa pekan ke depan, memberikan waktu bagi tim untuk berbenah sebelum menentukan para finalis.

Leem menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memulihkan dan membangun kembali konsistensi permainan. Ia menyadari bahwa masalah inkonsistensi sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa turnamen internasional yang telah diikuti oleh EVOS Divine sebelumnya.

“Kalau menurut saya, kan kemarin dari dua turnamen internasional terakhir, kalau dilihat dari situ juga kita mainnya kan nggak konsisten juga kan. Ya, makanya untuk target saat ini sih kita bisa main konsisten agar ya buat di grand final juga, bekal buat di grand final juga kan,” ujar Leem.

Dengan sisa waktu yang masih ada, EVOS Divine diharapkan mampu bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya di pekan-pekan mendatang. Jika mereka berhasil mengatasi masalah komunikasi dan menemukan kembali ritme permainan yang optimal, peluang untuk bersaing di papan atas klasemen tetap terbuka lebar.

Sebagai tim yang pernah meraih gelar juara dunia, tekanan pasti akan selalu menyertai EVOS Divine. Namun, justru dari situasi inilah, tim diharapkan dapat menunjukkan kembali mental juara mereka dan membuktikan bahwa hasil minor di pekan pertama hanyalah sebuah batu loncatan menuju kebangkitan yang lebih besar.

FAQ

Mengapa EVOS Divine tampil buruk di pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring?

Menurut pelatih Leem, masalah utama tim adalah komunikasi yang kurang efektif di dalam permainan.

Apakah EVOS Divine mengganti roster untuk FFWS SEA 2026 Spring?

Tidak. EVOS Divine tetap menggunakan roster yang sebelumnya berhasil menjuarai Esports World Cup 2025.

Apa target EVOS Divine setelah hasil buruk di pekan pertama?

Tim saat ini fokus memperbaiki konsistensi permainan agar bisa tampil lebih baik di pekan-pekan berikutnya.

Apakah EVOS Divine masih berpeluang lolos ke Grand Finals?

Masih. Babak Knockout masih berlangsung, sehingga EVOS Divine masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi di klasemen.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *