Diorama.id – Upaya Sony untuk menyetop produksi media fisik gim PlayStation mulai tahun 2028 terus memicu perdebatan hingga saat ini.
Kekhawatiran mengenai dampak kebijakan kontroversial Sony ini terhadap berbagai komunitas maupun gerai ritel senantiasa menjadi topik pembicaraan hangat.
Akan tetapi, Sony tampaknya enggan mengubah pendiriannya untuk menghentikan peredaran gim fisik PlayStation. Mereka justru memilih untuk tetap menjalankan rencana tersebut.
Kritik Tajam Penggemar Tak Berpengaruh, Sony Tetap Akan Menghapus Gim Fisik PlayStation di 2028
Melalui laporan finansial teranyarnya, Sony menegaskan bahwa rencana penghentian gim fisik PlayStation akan terus berjalan meski menuai penolakan keras dari para komunitas.
Dalam sesi diskusi dengan para analis pasca pemaparan laporan keuangan, CFO Sony Interactive Entertainment, Lin Tao, akhirnya memberikan tanggapan terkait kebijakan tersebut.
Ia memaparkan bahwa pihak Sony telah melakukan pertimbangan matang dan bahkan telah menginformasikan perubahan ini sekitar satu setengah tahun sebelum eksekusinya. Menurut mereka, ada beragam alasan di balik keputusan tersebut, namun alasan utamanya adalah transformasi industri hiburan yang kian beralih dari media fisik ke arah digital.
Sony pun menyadari bahwa kebijakan ini memantik banyak reaksi dari para gamer PlayStation. Tao menyebutkan adanya spektrum pendapat yang beragam dan mengakui bahwa para pemain memiliki sudut pandang yang kuat soal eksistensi cakram di masa depan.
Kendati demikian, pernyataan tersebut tidak menunjukkan indikasi bahwa Sony bakal membatalkan rencananya. Sebaliknya, perusahaan menyatakan akan terus melangkah dengan cermat menuju ekosistem serba digital di masa mendatang.
Pergeseran ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan apabila mencermati tren penjualan gim saat ini. Sony menyatakan bahwa preferensi konsumen terhadap format digital kini jauh mengungguli format fisik, sementara data terbaru mengonfirmasi bahwa penjualan digital telah menjadi motor penggerak pendapatan utama PlayStation.
Pada tahun fiskal 2025, penjualan gim fisik tercatat menyumbang sekitar 781 juta USD, angka yang terpaut jauh di bawah 6,5 miliar USD dari penjualan digital serta 8,4 miliar USD dari transaksi dalam gim.
Walaupun begitu, bagi sebagian gamer, persoalannya bukan sekadar metode pembelian gim. Cakram masih dianggap memiliki nilai sebagai koleksi, bisa dipinjamkan atau dijual kembali, serta menjadi bentuk preservasi gim apabila suatu saat layanan digital tidak lagi bisa diakses.
Oleh karena itu, langkah Sony dipandang sebagai sesuatu yang lebih fundamental daripada sekadar perubahan distribusi.
Bagaimana menurut pandanganmu? Apakah kamu tipe yang lebih memilih gim digital, atau tetap setia dengan gim fisik?
Simak artikel lainnya dari Ayyadana Akbar melalui tautan ini. Baca seluruh artikel editorial/wawancara/opini/listikel Diorama.id melalui tautan ini, serta lihat seluruh ulasan video gim/gadget/teknologi kami melalui tautan ini.
Bergabunglah dengan Komunitas Discord kami di tautan ini, Anda bisa bertanya langsung atau berkomentar mengenai artikel dan konten kami di sana dengan menyebut (mention) admin (nama berwarna merah/oranye), kami tidak bisa merespons dengan cepat tanpa mention.
Untuk berita terkait video gim PC/Konsol, ulasan gim, siaran pers, dan segala hal mengenai teknologi gaming/PC, silakan hubungi saya di: [email protected].
Untuk keperluan iklan dan bisnis dengan Diorama.id serta perusahaan induk kami Suaramerdeka.com, silakan kirimkan pertanyaan Anda ke: [email protected] atau kunjungi tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply