Home » 10 Fakta Film The Mummy: Kisah Klasik yang Berubah Menjadi Horor

10 Fakta Film The Mummy: Kisah Klasik yang Berubah Menjadi Horor

10 Fakta Film The Mummy: Kisah Klasik yang Berubah Menjadi Horor

Indotify.com – Franchise klasik The Mummy kembali dihidupkan dengan nuansa yang berbeda melalui film Lee Cronin’s The Mummy, yang dirilis pada April 2026. Film ini bukan sekadar reboot, melainkan sebuah spinoff horor supernatural independen yang berupaya mengembalikan seri ini ke akar klasiknya yang gelap dan tragis, menjauh dari gaya aksi-komedi yang populer di era sebelumnya.

Dipimpin oleh sutradara horor Lee Cronin, film ini juga didukung oleh produser kawakan di genre horor, James Wan dan Jason Blum. Kisahnya berpusat pada seorang jurnalis yang menemukan putrinya yang telah tiada hidup kembali dalam kondisi seperti mumi di Mesir.

Dengan durasi 133 menit dan anggaran produksi sebesar USD 22 juta, film ini telah tayang di bioskop dan mendapatkan reaksi beragam, tercermin dari rating 46% di Rotten Tomatoes. Beberapa kritikus menilai durasi film yang panjang menjadi salah satu kelemahannya, ditambah dengan adegan-adegan gore yang dianggap berlebihan.

Sebelum Anda menyaksikan film ini, ada baiknya untuk mengetahui beberapa fakta menarik seputar Lee Cronin’s The Mummy:

1. Kembali ke akar horor

Berbeda dengan adaptasi The Mummy sebelumnya, baik yang dibintangi Brendan Fraser maupun versi Dark Universe yang kurang berhasil, Lee Cronin’s The Mummy sepenuhnya dikemas sebagai film horor supernatural.

Film ini menghadirkan atmosfer yang jauh lebih gelap dan penuh kesedihan, meninggalkan elemen aksi komedi dan blockbuster petualangan yang seringkali identik dengan seri The Mummy.

Sejarah franchise The Mummy sendiri, yang dimulai sejak tahun 1932, memang memiliki akar yang kuat pada genre horor.

2. Lahir dari otak Lee Cronin

Sutradara Lee Cronin, yang telah dikenal lewat karya-karyanya seperti The Hole in the Ground dan Evil Dead Rise, tidak hanya duduk di kursi sutradara tetapi juga menulis naskah film ini.

Dengan sentuhan khasnya, Cronin berupaya menjadikan The Mummy sebagai proyek horor yang menunjukkan gaya auteur yang kuat, sesuai dengan visi pribadinya.

3. Ditangani produser film horor kenamaan

Dukungan James Wan dan Jason Blum, dua nama besar di industri film horor modern, menjadi jaminan kualitas bagi film ini.

James Wan adalah sosok di balik kesuksesan franchise seperti Saw, Insidious, dan The Conjuring.

Sementara itu, Jason Blum melalui Blumhouse Productions telah melahirkan berbagai film horor laris seperti Paranormal Activity, Split, dan Get Out.

4. Sinopsis Lee Cronin’s The Mummy

Film ini mengisahkan tentang Charlie Cannon, seorang jurnalis yang mengalami kehilangan tragis putrinya, Katie, di gurun Kairo.

Delapan tahun berselang, Katie ditemukan kembali dalam kondisi yang mencurigakan, terbungkus seperti mumi di dalam sebuah sarkofagus. Meskipun begitu, Charlie dan keluarganya memutuskan untuk membawanya pulang.

Namun, kepulangan Katie diiringi dengan perilaku aneh yang menyerupai kerasukan. Charlie pun terdorong untuk mengungkap misteri di balik kondisi putrinya.

Baca juga di sini: 6 Cara Aman Hapus Cache MacBook untuk Performa Optimal

5. Durasi panjang untuk film horor

Dengan durasi total 133 menit, atau sekitar 2 jam 14 menit, Lee Cronin’s The Mummy tergolong memiliki durasi yang cukup panjang untuk sebuah film horor.

Durasi yang memakan waktu ini memberikan ruang bagi konsep slow burn, di mana ketegangan dan kengerian dibangun secara bertahap untuk memberikan dampak yang lebih dalam kepada penonton.

6. Mengusung dua bahasa

Dalam narasinya, film ini menyajikan dialog dalam dua bahasa utama, yaitu Inggris dan Arab.

Bahasa Inggris digunakan dalam percakapan antara Charlie dan karakter-karakter lain yang berasal dari Amerika Serikat.

Sementara itu, bahasa Arab lebih dominan terdengar dalam adegan-adegan yang berlatar di Mesir, terutama yang berkaitan dengan artefak kuno dan konteks budaya lokal.

7. Budget relatif kecil

Dibandingkan dengan adaptasi The Mummy sebelumnya yang seringkali memiliki anggaran besar, film ini diproduksi dengan budget yang relatif lebih kecil, yaitu USD 22 juta.

Meskipun demikian, Lee Cronin berhasil memanfaatkan anggaran tersebut untuk mewujudkan visinya dalam menciptakan film The Mummy yang sesuai dengan keinginannya.

Perlu dicatat bahwa angka tersebut hanya mencakup biaya produksi dan belum termasuk biaya pemasaran.

8. Tanggal rilis Lee Cronin’s The Mummy

Film Lee Cronin’s The Mummy dijadwalkan tayang perdana di Los Angeles pada 9 April 2026, diikuti dengan perilisan serentak di Amerika Serikat pada 17 April 2026.

Namun, penonton di Indonesia berkesempatan menyaksikan film ini lebih awal, yaitu pada 15 April 2026, sebagai upaya untuk menangkap antusiasme penonton di wilayah Asia.

9. Performa box office Lee Cronin’s The Mummy

Hingga 18 April 2026, film ini telah berhasil meraup keuntungan sebesar USD 1,5 juta pada hari pembukaannya.

Proyeksi awal memperkirakan film ini akan mencapai keuntungan box office sekitar USD 13 juta dalam tiga hari pertama penayangannya di Amerika Serikat.

10. Penuh gore, tapi terlalu panjang

Berdasarkan agregasi dari 114 ulasan terverifikasi di Rotten Tomatoes, film ini mendapatkan rating 46%.

Salah satu poin kritik utama yang sering dilontarkan oleh para kritikus adalah durasi film yang dinilai terlalu panjang, ditambah dengan adegan-adegan gore yang dianggap sedikit berlebihan.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *