Home » Bos PlayStation Peringatkan: Konsol Game Takkan Murah Lagi

Bos PlayStation Peringatkan: Konsol Game Takkan Murah Lagi

Indotify.com – Era konsol game dengan harga terjangkau yang disubsidi oleh produsen tampaknya akan segera berakhir, menurut pandangan mantan petinggi PlayStation, Shawn Layden.

Selama bertahun-tahun, konsol game seperti PlayStation, Xbox, dan Nintendo menawarkan harga yang jauh lebih ramah di kantong dibandingkan dengan PC gaming. Perbedaan harga ini seringkali membuat konsol menjadi pilihan utama bagi para gamer yang ingin menikmati judul-judul AAA terbaru tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Model bisnis ini didukung oleh strategi subsidi dari perusahaan pembuat konsol. Sony, Microsoft, dan Nintendo rela menjual perangkat keras mereka dengan kerugian di awal, dengan harapan dapat menutup modal dan meraup keuntungan melalui penjualan game eksklusif yang dirilis bersamaan dengan konsol tersebut.

Namun, tren kenaikan harga yang terlihat pada konsol generasi terbaru seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X/S belakangan ini mengindikasikan bahwa perusahaan mungkin mulai kesulitan mempertahankan skema subsidi tersebut. Kenaikan biaya produksi komponen menjadi salah satu faktor utama di balik perubahan ini.

Shawn Layden: Konsol Generasi Mendatang Akan Semakin Mahal

Rumor mengenai harga konsol PlayStation generasi mendatang, PS6, bahkan telah beredar dengan prediksi banderol yang menembus angka 1.000 USD. Laporan terbaru menyebutkan bahwa biaya komponen dan material untuk merakit PS6 saja sudah melampaui 700 USD.

Dalam sebuah wawancara dengan PSI, Shawn Layden, yang pernah menjabat sebagai presiden Sony Interactive Entertainment America, menyampaikan pandangannya yang cukup pesimistis mengenai masa depan harga konsol game. Ia berpendapat bahwa periode di mana harga konsol game mengalami penurunan drastis beberapa tahun setelah peluncuran, kemungkinan besar sudah tidak akan terjadi lagi.

Layden mengenang masa lalu di mana Sony biasanya meluncurkan konsol dengan harga sekitar 399 USD, dan kemudian menurunkannya menjadi sekitar 199 USD dalam beberapa tahun berikutnya. Penurunan harga ini terbukti menjadi salah satu pendorong utama kesuksesan penjualan konsol legendaris seperti PlayStation 2.

Namun, menurutnya, skenario serupa hampir mustahil terulang di masa sekarang. Penyebab utamanya adalah lonjakan biaya produksi perangkat keras yang terus meningkat, terutama didorong oleh mahalnya chip memori dan komponen semikonduktor lainnya.

Selama krisis pasokan komponen global belum terselesaikan, Layden memprediksi bahwa Sony akan kesulitan untuk menawarkan diskon signifikan pada PS5, apalagi pada konsol generasi berikutnya, seperti yang biasa mereka lakukan pada era sebelumnya.

Konsekuensinya, penjualan konsol game secara keseluruhan berpotensi melambat. Semakin tingginya harga membuat aksesibilitas konsol bagi konsumen menjadi semakin sulit.

Pandangan Layden ini sejalan dengan prediksi dari sejumlah analis industri. Mereka memperkirakan bahwa konsol game generasi berikutnya, baik dari Sony maupun Microsoft, bisa saja dibanderol mendekati atau bahkan melampaui angka 1.000 USD.

Jika prediksi ini benar-benar terwujud, maka era konsol game murah yang telah menjadi ciri khas industri game selama puluhan tahun tampaknya akan benar-benar menjadi kenangan masa lalu.

Pertanyaannya, apakah para gamer harus mulai bersiap untuk menyambut era baru di mana konsol game tidak lagi identik dengan keterjangkauan harga?

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *